KBOBABEL.COM (Pangkalpinang) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pangkalpinang mencatat tren peningkatan kasus HIV/AIDS dalam dua tahun terakhir. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah sehingga berbagai langkah strategis disiapkan untuk menekan laju penularan sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Kamis (15/1/2026)
Berdasarkan data Dinkes Pangkalpinang, sepanjang tahun 2024 tercatat sebanyak 121 orang terinfeksi HIV/AIDS. Jumlah tersebut kembali meningkat pada 2025 menjadi 133 kasus. Kenaikan ini menunjukkan perlunya penguatan upaya pencegahan, deteksi dini, dan penanganan yang lebih terintegrasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr Thamrin, mengatakan peningkatan kasus HIV/AIDS tersebut menjadi alarm bagi semua pihak. Pemerintah daerah, kata dia, tidak bisa bekerja sendiri dan membutuhkan keterlibatan lintas sektor untuk menghadapi persoalan kesehatan masyarakat yang kompleks ini.
“Tentunya kami akan melakukan kolaborasi lintas sektor, termasuk koordinasi dengan komunitas, agar masyarakat yang berisiko bersedia menjalani pemeriksaan HIV dengan persetujuan dari individu yang bersangkutan,” ujar dr Thamrin, Kamis (15/1/2026).
Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas dinilai lebih efektif untuk menjangkau kelompok berisiko sekaligus membangun kepercayaan. Melalui komunitas, edukasi terkait HIV/AIDS dapat disampaikan dengan bahasa yang lebih mudah dipahami, sehingga mendorong masyarakat untuk melakukan tes HIV secara sukarela.
Selain meningkatkan kesadaran, pendekatan ini juga diharapkan mampu mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap ODHA. Dr Thamrin menegaskan bahwa stigma masih menjadi salah satu hambatan utama dalam penanggulangan HIV/AIDS, karena membuat sebagian orang enggan memeriksakan diri maupun mengakses layanan kesehatan.
“Pengurangan stigma sangat penting. ODHA harus merasa aman dan diterima, sehingga mereka mau menjalani pengobatan secara rutin dan tidak takut untuk datang ke fasilitas kesehatan,” jelasnya.
Di sisi lain, Dinkes Pangkalpinang juga menyiapkan langkah konkret dengan menambah fasilitas layanan kesehatan yang dapat menjadi rujukan pemeriksaan dan pengobatan HIV/AIDS. Penambahan ini bertujuan untuk memperluas akses layanan, terutama bagi masyarakat yang selama ini mengalami keterbatasan jarak atau fasilitas.
“Penambahan fasilitas kesehatan akan kami siapkan sebagai rujukan, baik untuk pemeriksaan maupun pengobatan, sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan optimal,” kata dr Thamrin.
Ia menambahkan, ketersediaan layanan yang mudah diakses diharapkan dapat mempercepat deteksi kasus baru, menekan risiko penularan, serta memastikan ODHA mendapatkan terapi yang berkelanjutan. Dengan pengobatan yang tepat, ODHA dapat tetap hidup sehat dan produktif.
Dinkes Kota Pangkalpinang berharap melalui penguatan kolaborasi lintas sektor, pendekatan berbasis komunitas, serta penambahan fasilitas layanan kesehatan, tren peningkatan kasus HIV/AIDS dapat ditekan. Pemerintah daerah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS secara bersama-sama. (Sumber : wowbabel.com, Editor : KBO Babel)

















