KBOBABEL.COM (JAKARTA) – Kabar membanggakan datang dari dunia kehutanan nasional. Ketua Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (FKP DAS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Ir. Fadillah Sabri, S.T., M.Eng., IPM., meraih Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional Tahun 2026 dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Kamis (13/8/2026)
Penghargaan tertinggi di bidang kehutanan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, dalam acara Temu Karya Teladan Penerima Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional yang digelar di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta.
Penghargaan Wana Lestari merupakan bentuk apresiasi negara kepada perorangan, kelompok, aparatur pemerintah dan badan usaha yang dinilai berdedikasi, berprestasi dan menjadi teladan dalam pembangunan kehutanan, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat. Pada tahun 2025 lalu, Kementerian Kehutanan menganugerahkan penghargaan ini kepada 54 teladan dari 14 kategori.
Gubernur Kep. Babel Ucapkan Selamat
Atas capaian tersebut, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya.
“Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Bangka Belitung, saya mengucapkan selamat dan bangga kepada Dr. Fadillah Sabri atas diraihnya Penghargaan Wana Lestari Tingkat Nasional 2026. Ini adalah pengakuan negara atas kerja-kerja nyata beliau dalam menjaga dan memulihkan DAS di Babel. Semoga menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus menjaga hutan kita demi masa depan anak cucu,” ujar Gubernur Hidayat Arsani, Kamis (13/8/2026).
Sosok Nahkoda FKP DAS Babel
Penghargaan ini menegaskan keberhasilan Dr. Fadillah Sabri sebagai nahkoda FKP DAS Babel Periode 2022-2027. Dilantik pada 29 Maret 2022, ia mengemban amanah berat memulihkan kondisi DAS Babel yang kritis akibat aktivitas pertambangan timah selama ratusan tahun.
Sebagai akademisi, Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, dan Ketua PII Babel, Fadillah mampu memadukan pendekatan ilmiah, advokasi kebijakan, dan gerakan akar rumput.
Capaian Wana Lestari 2026 ini menjadi penghargaan ketiga yang berhasil diraih FKP DAS Babel selama di bawah kepemimpinannya, menjadi bukti konsistensi dan keberlanjutan program yang dijalankan.
Dekat dengan Generasi Muda
Salah satu kunci keberhasilan FKP DAS Babel adalah komitmen kuat dalam melibatkan generasi muda. Dr. Fadillah Sabri dikenal selalu membersamai generasi muda dalam upaya melestarikan DAS.
Melalui berbagai kegiatan seperti Jambore Relawan Fordas, Kemah Bakti Pelestari DAS, pelatihan kader lingkungan, hingga aksi bersih sungai dan pesisir bersama pelajar, mahasiswa dan komunitas, ia menanamkan kesadaran ekologis sejak dini. Baginya, menjaga DAS adalah estafet yang harus dilanjutkan oleh anak muda.
Garis Besar Kiprah Positif FKP DAS Babel
Di bawah kepemimpinannya, FKP DAS Babel konsisten mengusung tagline DAS Sehat Rakyat Sejahtera melalui sejumlah aksi berdampak:
1. Rehabilitasi dan Penghijauan: Gerakan penanaman ribuan bibit produktif dan mangrove di kawasan pesisir dan sempadan sungai, termasuk ekspedisi rehabilitasi Pulau Nanas, Desa Pusuk. 2. Pemberdayaan Masyarakat DAS: Mendorong ekowisata berbasis DAS dan memberikan bibit ekonomi kepada warga untuk meningkatkan kesejahteraan di sekitar DAS. 3. Advokasi dan Edukasi: Menjadi garda terdepan dalam advokasi penyelamatan lingkungan, termasuk bersuara kritis terhadap aktivitas tambang yang merusak biota laut dan sumber air, serta aktif melakukan edukasi lingkungan di masjid, kampus dan komunitas nelayan.
Semboyan yang selalu ia kemukakan dalam setiap gerakannya adalah: “Jangan pernah lelah berbuat kebaikan, karena balasannya adalah kebaikan”.
Semangat inilah yang menjadi napas pergerakan FKP DAS Babel. Capaian Wana Lestari 2026 ini menjadi bukti bahwa kerja kolaboratif antara FKP DAS Babel, pemerintah, akademisi dan masyarakat mampu membawa nama Bangka Belitung harum di tingkat nasional. (SW)

















