KBOBABEL.COM (BANGKA) — Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Bangka Belitung bersama Pusat Intelijen Angkatan Laut mengamankan sebuah mobil double cabin yang diduga digunakan untuk mengangkut pasir timah ilegal di Jalan Lintas Timur Pantai Pagoda, Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung. Rabu (19/8/2026)
Kendaraan tersebut ditemukan dalam kondisi terbalik dan masuk ke parit pada Minggu, 16 Agustus 2026, sekitar pukul 19.25 WIB. Saat petugas tiba di lokasi, kendaraan sudah tidak lagi berada dalam penguasaan pengemudi.
Informasi mengenai keberadaan kendaraan tersebut diterima tim sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, tim gabungan yang sedang melaksanakan patroli mendapatkan laporan terkait sebuah kendaraan yang mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Jalan Lintas Timur Pantai Pagoda.
Menindaklanjuti informasi tersebut, personel bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan pengamanan. Dari hasil pemeriksaan terhadap kendaraan, petugas menemukan lima karung pasir timah yang diduga akan dibawa keluar dari Pulau Bangka.
Temuan tersebut kemudian menjadi perhatian karena pasir timah diduga merupakan hasil aktivitas pertambangan ilegal dan akan diselundupkan melalui jalur darat menuju titik pengiriman tertentu.
Tidak hanya pasir timah, petugas juga menemukan barang lain yang cukup mengkhawatirkan. Di dalam kendaraan tersebut terdapat satu pucuk senjata api rakitan jenis pistol beserta lima butir amunisi tajam kaliber 9 milimeter.
Seluruh barang yang ditemukan kemudian diamankan untuk kepentingan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut. Keberadaan senjata api rakitan beserta amunisi menjadi temuan penting karena dapat berkaitan dengan dugaan aktivitas ilegal yang sedang ditelusuri oleh aparat.
Setelah menerima informasi dan melakukan pemeriksaan awal, personel Detasemen Polisi Militer Angkatan Laut (Denpomal) Lanal Babel tiba di lokasi. Personel selanjutnya melakukan pengamanan terhadap kendaraan beserta seluruh barang yang ditemukan di dalamnya.
Tim gabungan juga melakukan penyisiran di sejumlah lokasi yang diduga dapat digunakan sebagai jalur untuk membawa pasir timah keluar dari Pulau Bangka. Langkah tersebut dilakukan untuk mencari kemungkinan adanya pihak lain yang berkaitan dengan kendaraan maupun muatan yang ditemukan.
Kendaraan double cabin beserta barang bukti kemudian dibawa ke Kantor Perwakilan Lanal Babel di kawasan Taman Sari, Sungailiat. Pengamanan barang bukti dilakukan untuk memastikan seluruh temuan dapat ditangani sesuai prosedur dan menjadi bahan dalam proses penyelidikan.
Dari hasil pemeriksaan awal, tim menduga kuat kendaraan tersebut digunakan sebagai sarana pengangkutan pasir timah ilegal. Dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya lima karung pasir timah di dalam kendaraan yang berada di jalur lintas timur.
Kendaraan diduga mengalami kecelakaan tunggal hingga masuk ke parit. Setelah kejadian tersebut, pengemudi diduga meninggalkan kendaraan dan lokasi, sementara muatan pasir timah masih berada di dalam mobil.
Hingga kendaraan diamankan, belum diketahui secara pasti identitas pengemudi maupun pihak yang bertanggung jawab atas kepemilikan pasir timah dan senjata api rakitan tersebut. Aparat masih melakukan pendalaman untuk mengungkap asal-usul muatan, tujuan pengiriman, serta pihak-pihak yang terlibat.
Penemuan senjata api rakitan dan lima butir amunisi juga menjadi bagian dari penyelidikan. Aparat akan menelusuri pemilik senjata serta kemungkinan keterkaitannya dengan aktivitas pengangkutan pasir timah yang diduga ilegal.
Pengamanan ini menjadi bagian dari upaya Lanal Babel bersama unsur intelijen TNI AL dalam mencegah penyelundupan sumber daya alam dari wilayah Bangka Belitung. Pengawasan terhadap jalur-jalur yang diduga digunakan untuk mengeluarkan pasir timah dari Pulau Bangka juga akan terus dilakukan.
Langkah tersebut disebut merupakan tindak lanjut perintah Presiden RI Prabowo Subianto melalui Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali untuk menjaga kekayaan sumber daya alam Indonesia dari berbagai bentuk tindakan ilegal.
Dengan diamankannya kendaraan, pasir timah, senjata api rakitan, dan amunisi tersebut, aparat kini fokus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap jaringan maupun pihak yang berada di balik dugaan pengangkutan pasir timah ilegal tersebut. (Sumber : Timelines.id, Editor : KBO Babel)

















