Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mahasiswa Nilai Prof Udin Paham Keresahan Generasi Muda: Bukan Sekadar Janji Politik

Mahasiswa Nilai Prof Udin Paham Keresahan Generasi Muda: Bukan Sekadar Janji Politik

  • account_circle putri utami
  • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
  • visibility 126
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Suasana hangat dan penuh semangat terpancar dari dialog interaktif yang digelar antara puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Pangkalpinang bersama Saparudin, atau yang akrab disapa Prof Udin, Bakal Calon Wali Kota Pangkalpinang, Selasa (22/7/2025). Rabu (23/7/2025)

Dalam forum yang berlangsung santai namun sarat makna itu, mahasiswa tak hanya mendengarkan, tetapi aktif menyampaikan keresahan dan harapan mereka—mulai dari soal dunia pendidikan hingga tantangan memasuki dunia kerja.

Di mata para peserta, Prof Udin hadir bukan sekadar sebagai akademisi senior, tetapi sebagai sosok pemimpin yang mampu memahami dan merespons suara generasi muda. Salah satunya disampaikan oleh Kiki, mahasiswa asal Pangkalpinang.

“Yang Prof Udin sampaikan tadi sangat relate dengan apa yang kami rasakan. Soal ketidakpastian masa depan, tantangan setelah lulus kuliah, dan bagaimana dunia kerja seringkali tidak sinkron dengan dunia kampus,” ungkap Kiki usai diskusi.

Ia menilai, pemimpin yang mampu mendengar dan memahami keresahan mahasiswa hari ini sangat dibutuhkan di tengah kompleksitas tantangan zaman.

“Banyak teman saya sudah lulus, tapi masih bingung harus melangkah ke mana. Dunia kerja sekarang sangat kompetitif, dan kami merasa belum cukup siap. Tapi dari penjelasan Prof Udin, saya melihat beliau memahami masalah ini dan punya solusi,” jelasnya.

Salah satu solusi yang diusung Prof Udin dalam forum itu adalah penguatan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Ia menekankan pentingnya SKPI sebagai dokumen pelengkap ijazah yang bisa menjadi jembatan menuju dunia kerja.

“Ijazah itu penting, tapi SKPI jauh lebih penting. Karena SKPI mencerminkan kemampuan non-akademik mahasiswa: soft skill, pengalaman organisasi, pelatihan, kegiatan sosial, hingga sertifikasi keahlian. Itu yang paling dicari dunia industri sekarang,” kata Prof Udin.

Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan kebutuhan dunia kerja harus diperkuat. Jangan sampai kampus menghasilkan lulusan yang cerdas secara teori, tapi gagap menghadapi realita lapangan.

“Ke depan, setiap lulusan dari Pangkalpinang harus bisa membawa dua hal: ijazah, dan rasa percaya diri bahwa dirinya dibutuhkan oleh pasar kerja,” tegasnya.

Tak hanya itu, Prof Udin juga mengajak mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan sosial dan kewirausahaan sejak dini. Ia berencana mendorong lahirnya program-program pelatihan dan inkubasi usaha berbasis komunitas kampus.

Menutup sesi diskusi, Kiki menyampaikan harapannya agar pasangan Prof Udin dan Cece Dessy bisa memenangkan Pilwako 2024.

“Semoga Prof Udin dan Cece Dessy menang, karena kami butuh pemimpin yang paham generasi muda dan benar-benar peduli pada masa depan kami,” pungkasnya.

Dialog ini menjadi cerminan bagaimana Prof Udin tidak hanya menawarkan janji politik, tapi juga membuka ruang partisipatif bagi generasi muda, yang selama ini merasa tidak cukup didengar. (KBO Babel)

  • Penulis: putri utami

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLTN dan Masa Depan yang Lebih Terang

    PLTN dan Masa Depan yang Lebih Terang

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM – Di negeri yang bisa ribut soal telur ayam vs telur bebek dan percaya bahwa kipas angin bisa menyebabkan masuk angin, dan debat panjang soal “lebih enak sambal terasi atau sambal bawang”, wajar jika pembahasan isu tentang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)  ikut terseret drama nasional dan tentu saja tidak pernah sederhana. Begitu […]

  • Uang Rp1.000 Akan Jadi Rp1, Menkeu Purbaya Siapkan Rencana Penyederhanaan Nilai Rupiah

    Uang Rp1.000 Akan Jadi Rp1, Menkeu Purbaya Siapkan Rencana Penyederhanaan Nilai Rupiah

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (Jakarta) — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan langkah besar dalam kebijakan moneter nasional dengan menyederhanakan nilai mata uang rupiah melalui program redenominasi. Upaya ini menjadi salah satu fokus utama dalam Rencana Strategis Kementerian Keuangan (Renstra Kemenkeu) Tahun 2025–2029, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2025. Jumat (7/11/2025) PMK […]

  • Kemacetan di Pasar Pagi Pangkalpinang Jadi Sorotan, Dishub Perketat Pengawasan Parkir

    Kemacetan di Pasar Pagi Pangkalpinang Jadi Sorotan, Dishub Perketat Pengawasan Parkir

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pangkalpinang melakukan evaluasi terhadap kinerja juru parkir yang bertugas di kawasan Pasar Pagi. Langkah tersebut dilakukan menyusul sering terjadinya kemacetan di area pintu masuk Pasar Pagi, khususnya di sekitar turunan museum yang menjadi salah satu titik padat kendaraan. Selasa (12/5/2026) Kepala UPTD Pengelola Prasarana Teknis Perhubungan Dishub […]

  • Status Tersangka Masih Panas, Noel Sudah Minta Amnesti dari Prabowo

    Status Tersangka Masih Panas, Noel Sudah Minta Amnesti dari Prabowo

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (Jakarta) – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer atau Noel resmi diberhentikan dari jabatannya oleh Presiden Prabowo Subianto. Keputusan ini diambil setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Noel sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Sabtu (23/8/2025) Noel ditahan KPK bersama dengan 10 tersangka lainnya. Saat digiring […]

  • Menemukan Jangan Menuju Pembangunan PLTN Pertama Indonesia

    Menemukan Jangan Menuju Pembangunan PLTN Pertama Indonesia

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM – Target Indonesia untuk mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) komersial pertamanya pada tahun 2032 kini telah menjadi sebuah amanat strategis nasional. Target ini terkunci dalam dokumen-dokumen fundamental negara, termasuk Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dan Kebijakan Energi Nasional (KEN). Rencana eksekusinya pun telah masuk dalam draf RUPTL PLN 2025-2034 [1, […]

  • Komnas Perempuan: Kekerasan terhadap YTR Sangat Ekstrem, Sadis, dan Merendahkan Martabat Manusia

    Komnas Perempuan: Kekerasan terhadap YTR Sangat Ekstrem, Sadis, dan Merendahkan Martabat Manusia

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (JAKARTA) – Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menegaskan bahwa kasus kekerasan yang dialami perempuan berinisial YTR (29) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, merupakan bentuk kekerasan berbasis gender terhadap perempuan yang sangat serius. Lembaga tersebut menilai kasus ini sebagai kekerasan berlapis yang bersifat ekstrem, sadis, kejam, dan merendahkan martabat kemanusiaan. Senin […]

expand_less