
KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Pemerintah Kota Pangkalpinang menggelar Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Pertemuan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Pangkalpinang, Kamis (12/3/2026). Senin (16/3/2026)
Musrenbang tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, yang didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan, jajaran kepala perangkat daerah, serta para camat se-Kota Pangkalpinang. Forum ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah yang bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat serta merumuskan arah pembangunan Kota Pangkalpinang pada tahun 2027.

Dalam sambutannya, Wali Kota Pangkalpinang yang akrab disapa Prof. Udin menegaskan bahwa Musrenbang memiliki peran strategis dalam memastikan program pembangunan yang disusun pemerintah benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Menurutnya, perencanaan pembangunan daerah tidak bisa dilakukan secara sepihak oleh pemerintah, melainkan harus melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat yang menjadi penerima manfaat dari program pembangunan tersebut.
“Musrenbang ini menjadi wadah untuk menyerap berbagai aspirasi pembangunan. Kami berharap usulan yang disampaikan benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujar Prof. Udin.
Ia menjelaskan, partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan sangat menentukan keberhasilan program yang akan dijalankan oleh pemerintah daerah. Karena itu, masyarakat diharapkan aktif menyampaikan berbagai usulan pembangunan melalui mekanisme yang telah disediakan, baik melalui forum musrenbang di tingkat kelurahan maupun kecamatan.
Menurutnya, tidak jarang muncul keluhan dari masyarakat terkait program pembangunan yang dianggap tidak terealisasi. Padahal, dalam banyak kasus usulan tersebut sebelumnya tidak pernah disampaikan dalam forum perencanaan pembangunan.
“Sering kali ada keluhan program tidak terealisasi, padahal sebelumnya tidak pernah diusulkan dalam musrenbang. Karena itu saya mengajak masyarakat untuk aktif menyampaikan usulan melalui kelurahan dan kecamatan,” katanya.
Selain melalui forum musrenbang, masyarakat juga dapat menyampaikan berbagai usulan pembangunan secara langsung kepada Bapperida Kota Pangkalpinang agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam proses penyusunan program pembangunan daerah.
Prof. Udin juga meminta Bapperida agar terus membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi pembangunan.
“Bapperida juga kami minta tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi pembangunan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Udin menjelaskan bahwa perencanaan pembangunan daerah harus selaras dengan kebijakan pembangunan nasional sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.
Menurutnya, keselarasan antara perencanaan pembangunan daerah dan nasional sangat penting agar berbagai program pembangunan dapat berjalan secara terintegrasi serta saling mendukung satu sama lain.
Ia menyebutkan sejumlah agenda strategis nasional yang juga memberikan dampak langsung terhadap arah pembangunan Kota Pangkalpinang. Beberapa di antaranya adalah pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam, pembangunan koridor kawasan industri, serta peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
“Perencanaan daerah harus sejalan dengan program nasional agar pembangunan dapat berjalan lebih terarah dan saling mendukung,” jelasnya.
Menurut Prof. Udin, berbagai program strategis nasional tersebut perlu didukung dengan kegiatan pembangunan di tingkat daerah agar proses percepatan pembangunan dapat berjalan secara optimal.
Selain pembangunan infrastruktur, Pemerintah Kota Pangkalpinang juga terus mendorong penguatan sektor ekonomi masyarakat, khususnya melalui pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) yang berbasis pada potensi lokal daerah.
Prof. Udin menyebut sejumlah potensi ekonomi lokal yang perlu terus dikembangkan, seperti sentra pengolahan nanas serta industri pengolahan ikan yang berada di kawasan Ketapang. Menurutnya, potensi tersebut memiliki peluang besar untuk berkembang apabila dikelola secara lebih profesional.
“Kita ingin potensi lokal ini tidak hanya berkembang dari sisi produksi, tetapi juga diperkuat dari segi manajemen dan pemasaran,” katanya.
Di sisi lain, pemerintah kota juga tengah mendorong transformasi pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengembangkan konsep Smart City yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan kepada masyarakat.
Prof. Udin menjelaskan bahwa pengembangan layanan berbasis teknologi akan mencakup pembangunan pusat data (data center) serta integrasi berbagai aplikasi layanan publik agar masyarakat dapat mengakses pelayanan pemerintah secara lebih mudah dan cepat.
“Salah satu fokus kami adalah membangun Pangkalpinang berbasis teknologi, termasuk melalui pengembangan data center dan aplikasi layanan terpadu untuk memudahkan masyarakat,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Udin juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Pangkalpinang dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Pangkalpinang pada tahun 2025 tercatat mencapai 4,54 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sempat mengalami kontraksi.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pangkalpinang pada tahun 2025 juga menunjukkan capaian yang cukup tinggi, yakni sebesar 81,64. Angka tersebut menjadikan Pangkalpinang sebagai daerah dengan IPM tertinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Menurutnya, capaian IPM tersebut mencerminkan meningkatnya kualitas hidup masyarakat, baik dari aspek pendidikan, kesehatan, maupun kesejahteraan ekonomi.
“IPM yang tinggi menunjukkan kualitas hidup masyarakat semakin baik. Ini juga menjadi salah satu indikator penting dalam penentuan Dana Alokasi Umum dari pemerintah pusat,” pungkasnya.
Melalui forum Musrenbang ini, Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap berbagai aspirasi pembangunan yang disampaikan dapat menjadi dasar dalam menyusun program pembangunan yang lebih tepat sasaran, berkelanjutan, serta mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang. (Sandy Batman/KBO Babel)















