Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bangka » Tak Ada Toleransi! Tim Gabungan Perintahkan 70 Ponton Hengkang dari Teluk Kelabat Dalam

Tak Ada Toleransi! Tim Gabungan Perintahkan 70 Ponton Hengkang dari Teluk Kelabat Dalam

  • account_circle sri rezeki
  • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
  • visibility 93
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Advertisements

KBOBABEL.COM (BELINYU) – Tim gabungan lintas instansi turun langsung ke Perairan Teluk Kelabat Dalam, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, untuk memastikan penghentian seluruh aktivitas pertambangan ilegal yang masih berlangsung di kawasan tersebut, Selasa (9/6/2026). Rabu (10/6/2026)

Operasi penertiban melibatkan personel dari Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Dit Polairud) Polda Kepulauan Bangka Belitung, Polres Bangka, Polres Bangka Barat, Satpol PP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), serta Pos TNI AL Belinyu.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dan aparat penegak hukum dalam menghentikan aktivitas pertambangan yang dinilai tidak memiliki legalitas di kawasan perairan Teluk Kelabat Dalam.

Dalam operasi itu, petugas menemukan sekitar 70 unit Ponton Isap Produksi (PIP) jenis rajuk tower yang masih berada di lokasi. Seluruh pemilik dan operator ponton diberikan peringatan tegas untuk segera menghentikan kegiatan penambangan dan memindahkan peralatan mereka dari kawasan perairan tersebut.

Kasat Polairud Polres Bangka, AKP Arief Fabillah, menegaskan bahwa Teluk Kelabat Dalam merupakan kawasan yang tidak diperuntukkan bagi aktivitas pertambangan sehingga seluruh kegiatan penambangan harus dihentikan.

Menurutnya, tidak ada ruang toleransi bagi aktivitas tambang ilegal yang masih beroperasi di wilayah tersebut.

“Kami memerintahkan seluruh penambang untuk segera menghentikan aktivitas dan memindahkan ponton keluar dari Perairan Teluk Kelabat Dalam. Wilayah ini tidak memiliki legalitas untuk pertambangan,” tegas AKP Arief di hadapan para penambang.

Ia menjelaskan bahwa penertiban dilakukan untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga kawasan perairan dari aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan dan mengganggu pemanfaatan ruang laut oleh masyarakat lainnya.

Selain itu, keberadaan puluhan ponton di kawasan tersebut selama ini juga menjadi perhatian berbagai pihak karena dinilai bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.

Dalam kesempatan itu, AKP Arief juga menegaskan bahwa PT Timah tidak pernah mengeluarkan izin kepada pihak mana pun untuk melakukan aktivitas penambangan di kawasan Teluk Kelabat Dalam.

Pernyataan tersebut sekaligus menepis berbagai klaim yang selama ini beredar mengenai adanya izin operasional bagi ponton-ponton yang bekerja di lokasi tersebut.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa izin usaha pertambangan (IUP) PT Timah yang berada di wilayah tersebut akan berakhir pada Juli 2026. Bahkan, menurut informasi yang diterima aparat, izin tersebut dipastikan tidak akan diperpanjang.

Kondisi itu semakin memperkuat alasan bahwa aktivitas penambangan di kawasan Teluk Kelabat Dalam harus dihentikan sepenuhnya.

“Kami ingin memastikan tidak ada lagi aktivitas pertambangan di wilayah ini. Status kawasan ini jelas dan tidak diperuntukkan sebagai lokasi pertambangan,” ujarnya.

Setelah mendapatkan penjelasan dan peringatan dari tim gabungan, para penambang akhirnya menyatakan kesediaan untuk menghentikan operasional mereka.

Dalam dialog yang berlangsung di lokasi, para pemilik ponton sepakat untuk memindahkan seluruh unit rajuk tower keluar dari kawasan Teluk Kelabat Dalam dalam waktu yang telah ditentukan.

Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya persuasif yang ditempuh tim gabungan sebelum dilakukan langkah penegakan hukum yang lebih tegas apabila masih ditemukan pelanggaran di lapangan.

“Para penambang sepakat untuk menggeser ponton mereka keluar dari Teluk Kelabat Dalam dengan batas waktu paling lambat hari Jumat mendatang. Kami berharap setelah batas waktu tersebut wilayah ini sudah benar-benar bersih dari segala bentuk aktivitas tambang,” kata AKP Arief.

Tim gabungan memastikan akan terus melakukan pemantauan dan patroli rutin guna mengawasi pelaksanaan kesepakatan tersebut. Jika setelah batas waktu yang diberikan masih ditemukan ponton yang beroperasi, maka aparat akan mengambil tindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Penertiban ini menjadi langkah penting dalam menjaga kelestarian kawasan perairan Teluk Kelabat Dalam sekaligus memastikan seluruh aktivitas pemanfaatan sumber daya alam dilakukan sesuai aturan dan perizinan yang berlaku. Pemerintah dan aparat berharap kawasan tersebut dapat terbebas dari aktivitas tambang ilegal sehingga fungsi ekologis dan ekonomi bagi masyarakat pesisir tetap terjaga. (Sumber : babelpos.id, Editor : KBO Babel)

  • Penulis: sri rezeki

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Estafet Bukit Semut Berganti, PJS Babel Beri Penghormatan untuk Dedikasi Dadang Rais Saputro

    Estafet Bukit Semut Berganti, PJS Babel Beri Penghormatan untuk Dedikasi Dadang Rais Saputro

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (SUNGAILIAT, BANGKA) — Estafet kepemimpinan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sungailiat atau Lapas Bukit Semut resmi berganti. Serah terima jabatan (sertijab) sekaligus pisah sambut Kalapas digelar khidmat pada Rabu, 19 Agustus 2026, menandai berakhirnya masa pengabdian Dadang Rais Saputro dan dimulainya kepemimpinan Jayadi Kusumah. Prosesi tersebut disaksikan Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Provinsi Kepulauan […]

  • Modus Safe House Terbongkar, KPK Sita Rp5 Miliar Uang Suap Impor dari Rumah di Ciputat

    Modus Safe House Terbongkar, KPK Sita Rp5 Miliar Uang Suap Impor dari Rumah di Ciputat

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (JAKARTA) — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap penggunaan rumah persembunyian atau “safe house” sebagai tempat penyimpanan uang hasil suap dalam kasus dugaan korupsi importasi yang melibatkan pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan. Modus ini disebut dilakukan secara masif dan terorganisasi untuk menghindari pelacakan aparat penegak hukum. Jum’at (20/2/2026) Juru Bicara […]

  • Massa Bakar Kantor Operasional dan Mobil PT SNS di Pulau Lepar Pongok

    Massa Bakar Kantor Operasional dan Mobil PT SNS di Pulau Lepar Pongok

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (BANGKA SELATAN) – Situasi mencekam melanda Pulau Lepar Pongok, Kecamatan Lepar Pongok, Kabupaten Bangka Selatan, pada Sabtu (30/08/2025). Sekelompok massa dilaporkan bergerak dan melakukan aksi pembakaran terhadap kantor operasional PT Swarna Nusa Sentosa (SNS). Tidak hanya bangunan kantor, satu unit kendaraan milik perusahaan juga hangus terbakar dalam insiden tersebut. Senin (1/9/2025) Camat Lepar […]

  • Eks Satgas Nanggala Diduga Kuasai Aliran Timah di Beltim, Setoran Dipusatkan ke Satu CV

    Eks Satgas Nanggala Diduga Kuasai Aliran Timah di Beltim, Setoran Dipusatkan ke Satu CV

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (BELITUNG TIMUR) – Dugaan praktik penguasaan dan monopoli aliran pasir timah kembali mencuat di Kabupaten Belitung Timur. Sejumlah pihak yang disebut merupakan eks oknum anggota Satuan Tugas (Satgas) Nanggala/Lestari diduga mengendalikan distribusi pasir timah dari para penambang dan kolektor lokal, dengan mengarahkan setoran hanya ke satu perusahaan mitra PT Timah. Sabtu (3/1/2026) Informasi […]

  • Jaksa Agung Tegas: Copot Kajati yang Minim Tangani Kasus Korupsi

    Jaksa Agung Tegas: Copot Kajati yang Minim Tangani Kasus Korupsi

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (MALUKU UTARA) — Jaksa Agung Republik Indonesia, ST. Burhanuddin, dengan tegas memerintahkan seluruh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di Indonesia untuk meningkatkan kinerja mereka dalam menangani kasus-kasus korupsi yang merugikan keuangan negara. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Jaksa Agung saat kunjungan kerja ke Maluku Utara pada Rabu (18/6/2025).  “Kunjungan […]

  • Akhiri Kunker di Bangka Belitung, Tim Panja DPR RI dan DPD RI Dilepas Resmi oleh Pj Sekda Fery

    Akhiri Kunker di Bangka Belitung, Tim Panja DPR RI dan DPD RI Dilepas Resmi oleh Pj Sekda Fery

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Fery Afriyanto, mewakili Gubernur Hidayat Arsani, mengantar langsung kepulangan Tim Kunjungan Kerja Panitia Kerja (Tim Kunker Panja) Pengawasan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Komisi IX DPR RI serta rombongan Komite II Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI). Kepulangan kedua lembaga […]

expand_less