KBOBABEL.COM (BANGKA SELATAN) – Sebuah kisah penuh haru terjadi di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung. Seorang pria lanjut usia bernama Jumhartono (73), akhirnya bisa kembali memeluk anaknya setelah dua dekade tidak pernah ada kabar. Kepulangan pria tersebut dari Malaysia difasilitasi oleh Konsulat RI di Tawau bekerja sama dengan Polres Bangka Selatan. Jum’at (26/9/2025)
Momen pertemuan ini menjadi pengingat bahwa perjuangan panjang dan ketulusan hati tak pernah sia-sia, bahkan setelah puluhan tahun terpisah.
Hilang Kontak Selama Dua Dekade
Jumhartono diketahui meninggalkan tanah kelahirannya sekitar 20 tahun lalu untuk merantau ke luar negeri. Namun, sejak keberangkatannya, ia sama sekali tidak pernah lagi memberikan kabar kepada keluarga yang tinggal di Toboali, Bangka Selatan.
Pihak keluarga bahkan sudah menganggap sang ayah telah tiada karena tidak ada komunikasi sama sekali. Hingga akhirnya pada Agustus 2025 lalu, sebuah kabar mengejutkan datang dari Malaysia.
Konsulat RI di Tawau menghubungi pihak kepolisian untuk menginformasikan adanya seorang pria lanjut usia yang kondisinya menurun dan dibawa oleh para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke kantor konsulat.
Kapolres Bangka Selatan, AKBP Agus Arif Wijayanto, membenarkan hal tersebut.
“Awal Agustus kemarin, saya mendapatkan informasi dari Konsulat RI di Tawau, Sabah, Malaysia, bahwa ada seorang pria tua dalam kondisi tidak sehat diantarkan oleh TKI ke kantor konsulat. Dari hasil komunikasi, diketahui beliau memiliki seorang anak yang tinggal di Toboali, Bangka Selatan,” ungkap Agus, Kamis (25/9/2025).
Proses Pencarian yang Tidak Mudah
Begitu menerima laporan tersebut, Kapolres Bangka Selatan langsung menugaskan anggotanya untuk menelusuri jejak keluarga Jumhartono. Namun, pencarian tidak semudah yang dibayangkan karena informasi yang dimiliki sangat terbatas.
“Awalnya kita sedikit kesulitan mencari anaknya karena minim informasi. Tapi berkat kegigihan anggota, akhirnya ditemukan seorang wanita bernama Haryati yang diduga anak dari Pak Jumhartono,” jelas Agus.
Untuk memastikan identitas, pihak kepolisian bersama Konsulat RI menghubungkan Haryati dengan pria lanjut usia itu melalui panggilan video. Dalam momen penuh emosi itu, Haryati langsung mengenali bahwa sosok tersebut adalah ayahnya yang sudah 20 tahun tidak ia temui.
“Ketika panggilan video dilakukan, Haryati langsung yakin bahwa itu benar ayah kandungnya. Dari situ kami bisa memastikan hubungan keluarga ini,” tambah Agus.
Pemulangan ke Indonesia
Setelah identitas dipastikan, langkah selanjutnya adalah memfasilitasi pemulangan Jumhartono ke Indonesia. Proses administrasi dan persiapan pemulangan memakan waktu lebih dari satu bulan. Hingga pada 21 September 2025, Jumhartono akhirnya tiba di Bandara Depati Amir, Pangkalpinang.
“Alhamdulillah, Pak Jumhartono tiba dengan selamat sampai di Pangkalpinang. Kemudian kita bawa langsung ke Polres Bangka Selatan bersama petugas dari Konsulat RI. Dari sana, kita pertemukan beliau dengan anaknya setelah 20 tahun berpisah,” kata Agus.
Momen Pertemuan yang Mengharukan
Tangis haru pecah saat pertemuan berlangsung di Mapolres Bangka Selatan. Haryati tidak kuasa menahan air mata saat kembali melihat ayah kandungnya yang selama ini ia kira sudah meninggal.
“Awalnya kita sudah pasrah karena sudah lebih dari 20 tahun tidak bertemu. Jadi seperti dianggap sudah meninggal dunia. Tapi ternyata takdir berkata lain. Alhamdulillah, saya masih bisa bertemu kembali dengan ayah,” ungkap Haryati dengan suara bergetar.
Ia menambahkan bahwa kepulangan ayahnya adalah sebuah anugerah besar.
“Kami sangat merasa bersyukur, alhamdulillah. Saya ucapkan terima kasih banyak kepada Pak Kapolres Bangka Selatan dan jajarannya, serta pihak Konsulat RI di Malaysia yang telah membantu sampai akhirnya bisa bertemu kembali,” lanjutnya.
Peran Konsulat dan Kepolisian
Kapolres Bangka Selatan menegaskan bahwa keberhasilan mempertemukan kembali keluarga yang terpisah ini tidak lepas dari kerja sama lintas lembaga. Menurutnya, Konsulat RI di Tawau berperan penting dalam memberikan informasi awal dan memfasilitasi komunikasi antara ayah dan anak.
“Kasus ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pihak kepolisian dan perwakilan RI di luar negeri bisa membawa manfaat besar bagi masyarakat. Kami berterima kasih kepada pihak Konsulat yang telah bekerja keras membantu,” ujar Agus.
Selain itu, Agus juga memberikan apresiasi kepada anggotanya yang tak kenal lelah mencari keberadaan keluarga Jumhartono meski dengan keterbatasan informasi.
“Semua ini berkat kerja sama dan kegigihan. Tanpa itu, pertemuan ini mungkin tidak akan terjadi,” tutupnya.
Harapan untuk Masa Depan
Meski kondisi kesehatannya menurun akibat usia lanjut, Jumhartono kini bisa menjalani masa tua dengan tenang bersama keluarganya di Toboali. Kehadirannya kembali membawa kebahagiaan bagi anak dan cucu yang selama ini merindukannya.
Bagi keluarga besar Jumhartono, momen ini adalah pengingat bahwa harapan tidak pernah boleh padam, meski waktu berjalan begitu lama.
“Semoga dengan kepulangan ayah, keluarga kami bisa kembali utuh. Kami akan menjaga beliau dengan sebaik-baiknya,” kata Haryati penuh haru.
Kisah ini menjadi bukti bahwa takdir bisa menghadirkan pertemuan yang tak disangka-sangka, bahkan setelah 20 tahun perpisahan. Upaya aparat dan pihak terkait pun menunjukkan betapa pentingnya kepedulian serta kerja sama dalam membantu sesama. (Sumber : garudatv, Editor : KBO Babel)

















