
KBOBABEL.COM (SUNGAILIAT) — Seorang nelayan lanjut usia asal Kampung Nelayan 1, Sungailiat, Kabupaten Bangka, dilaporkan hilang saat melaut di perairan Karang Berindu, Sabtu (7/3/2026). Nelayan bernama Rusli (70) tersebut diketahui berangkat melaut seorang diri pada dini hari, namun hingga sore hari tidak kunjung kembali ke dermaga seperti biasanya. Senin (9/3/2026)
Hilangnya Rusli membuat keluarga dan warga sekitar diliputi rasa cemas. Tim SAR Gabungan kini tengah melakukan upaya pencarian intensif di perairan sekitar lokasi terakhir korban terlihat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Rusli berangkat melaut menggunakan perahu sampan atau kolek pada Sabtu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Aktivitas melaut bagi pria berusia 70 tahun itu bukanlah hal baru, karena ia sudah lama berprofesi sebagai nelayan di kawasan Sungailiat.
Menurut warga setempat, Rusli dikenal sebagai sosok yang disiplin dan memiliki kebiasaan kembali ke dermaga sebelum tengah hari setiap kali melaut. Biasanya, ia sudah merapat kembali di Dermaga Nelayan 1 sekitar pukul 12.00 WIB.
Namun pada hari kejadian, hingga waktu yang biasanya menjadi jadwal kepulangannya, perahu Rusli tidak kunjung terlihat di dermaga. Kondisi tersebut membuat pihak keluarga mulai merasa khawatir.
Kekhawatiran semakin meningkat ketika waktu terus berjalan hingga sore hari namun Rusli tetap tidak kembali. Selain itu, keluarga juga mengetahui bahwa bahan bakar cadangan yang dibawa korban diperkirakan hanya tersisa sekitar lima liter.
Jumlah bahan bakar tersebut dinilai sangat terbatas, sehingga menimbulkan kekhawatiran jika korban mengalami kendala di tengah laut dan tidak mampu kembali ke daratan.
Sebelum melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang, keluarga bersama sejumlah nelayan setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri di sekitar perairan tempat Rusli biasa melaut.
Beberapa nelayan mencoba menyisir area laut di sekitar Karang Berindu dengan menggunakan perahu mereka. Namun upaya pencarian awal tersebut tidak membuahkan hasil.
Seorang saksi mata mengaku sempat melihat perahu milik Rusli berada di perairan antara Karang Kranas dan Karang Berindu. Informasi tersebut kemudian menjadi petunjuk awal bagi para nelayan yang melakukan pencarian.
Namun saat area tersebut kembali disisir, baik Rusli maupun perahu yang digunakannya tidak berhasil ditemukan.
Karena pencarian mandiri tidak membuahkan hasil, keluarga akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pangkalpinang langsung mengerahkan tim penyelamat untuk melakukan operasi pencarian.
Tim rescue dari Kantor SAR Pangkalpinang diberangkatkan menuju Pantai Teluk Uber sebagai titik awal operasi pencarian. Dari lokasi tersebut, tim kemudian bergerak menuju perairan Karang Berindu yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat.
Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur tim SAR gabungan. Selain personel dari Basarnas atau Rescuer Kantor SAR Pangkalpinang, operasi ini juga melibatkan Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Kepulauan Bangka Belitung, Satpolairud Polres Bangka, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka, serta relawan Laskar Sekaban.
Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, mengatakan bahwa tim SAR gabungan saat ini memfokuskan pencarian di sekitar titik terakhir korban terlihat oleh saksi.
Menurutnya, area tersebut menjadi prioritas utama karena diduga menjadi lokasi terakhir keberadaan Rusli sebelum dinyatakan hilang.
“Kami mengerahkan dua unit perahu karet untuk melakukan penyisiran di perairan Karang Berindu dan sekitarnya. Pencarian difokuskan di lokasi terakhir korban terlihat,” ujar Mikel.
Ia menjelaskan bahwa operasi pencarian dilakukan dengan menyisir area laut secara sistematis menggunakan perahu karet milik tim SAR serta unsur lainnya yang terlibat dalam operasi.
Selain penyisiran di permukaan laut, tim SAR juga terus berkoordinasi dengan para nelayan yang berada di sekitar perairan tersebut untuk memperoleh informasi tambahan yang dapat membantu proses pencarian.
Mikel menambahkan bahwa tim SAR akan memaksimalkan operasi pencarian hingga batas waktu operasional pada hari tersebut. Kondisi cuaca dan gelombang laut juga menjadi faktor penting dalam kelancaran proses pencarian.
“Kami akan memaksimalkan pencarian hingga batas waktu operasional sore ini. Harapan kami cuaca di perairan Bangka tetap kondusif sehingga proses pencarian dapat berjalan dengan optimal,” katanya.
Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian di perairan Karang Berindu. Para petugas terlihat menyisir area laut dengan penuh kehati-hatian sambil terus memperluas radius pencarian.
Sementara itu, keluarga korban berharap Rusli dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Warga Kampung Nelayan 1 Sungailiat juga turut memantau perkembangan proses pencarian yang dilakukan oleh tim SAR.
Upaya pencarian masih terus dilakukan dengan harapan nelayan lanjut usia tersebut dapat segera ditemukan. Tim SAR gabungan juga mengimbau para nelayan yang melintas di sekitar perairan Karang Berindu untuk segera melaporkan apabila melihat tanda-tanda keberadaan korban maupun perahu yang digunakannya. (Sumber : Babelpos.id, Editor : KBO Babel)















