Tinjau TKA di SMAN 2 Pangkalpinang, Wakil Ketua DPRD Babel Eddy Iskandar Minta Kendala Teknis Segera Dievaluasi
- account_circle Putri Utami
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung , Eddy Iskandar, meninjau pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) di SMAN 2 Pangkalpinang, Selasa (27/10/2026). (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dalam peninjauan tersebut, Eddy Iskandar memberikan perhatian khusus terhadap kesiapan sarana dan prasarana pendukung ujian, terutama jaringan internet, kapasitas server, serta ketersediaan pasokan listrik yang menjadi faktor penting dalam kelancaran pelaksanaan TKA berbasis teknologi.
Eddy mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan, pelaksanaan TKA di SMAN 2 Pangkalpinang secara umum berlangsung kondusif. Namun, terdapat sejumlah gangguan teknis yang sempat terjadi pada hari pertama pelaksanaan ujian.
“Pelaksanaan berlangsung aman meskipun ada beberapa gangguan teknis di hari pertama. Namun, kita berharap kegiatan ini tetap berlangsung tanpa kendala dan memberikan hasil yang maksimal,” kata Eddy, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, kendala teknis yang ditemukan harus segera menjadi perhatian pihak sekolah dan instansi terkait agar tidak mengganggu konsentrasi peserta maupun memengaruhi kelancaran pelaksanaan ujian pada sesi berikutnya.
Ia menegaskan, penyelenggaraan TKA membutuhkan kesiapan menyeluruh, baik dari sisi peserta, tenaga pendidik, pengawas, maupun fasilitas teknologi yang digunakan.
TKA Jadi Perhatian DPRD Babel
Eddy menjelaskan, pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung kesiapan siswa kelas XII untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Karena itu, pelaksanaan ujian harus dipersiapkan secara maksimal agar setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama dalam menunjukkan kemampuan akademiknya.
Selain kesiapan fasilitas, Eddy juga mengingatkan pentingnya menjaga kejujuran dan integritas selama pelaksanaan ujian.
Menurutnya, seluruh peserta harus mengikuti TKA sesuai ketentuan yang berlaku, sementara pihak sekolah dan pengawas bertanggung jawab memastikan proses ujian berjalan objektif, transparan, dan tertib.
Ia berharap siswa dapat mengikuti seluruh tahapan ujian dengan tenang dan percaya diri tanpa merasa terganggu oleh persoalan teknis yang seharusnya dapat diantisipasi penyelenggara.
Eddy juga memberikan motivasi kepada para siswa agar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menunjukkan kemampuan akademik terbaik mereka.
Soroti Internet, Server, dan Pasokan Listrik
Dalam kesempatan itu, Eddy Iskandar turut menyoroti pentingnya kesiapan infrastruktur digital di lingkungan sekolah.
Ia menilai, jaringan internet yang stabil, kapasitas server yang memadai, serta pasokan listrik yang terjamin menjadi kebutuhan utama dalam pelaksanaan ujian berbasis teknologi.
Gangguan terhadap salah satu fasilitas tersebut berpotensi menghambat proses pengerjaan soal dan mengganggu kenyamanan peserta.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak SMAN 2 Pangkalpinang, antusiasme siswa mengikuti TKA tergolong tinggi.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, pihak sekolah membagi pelaksanaan ujian menjadi beberapa sesi guna mengantisipasi kepadatan akses server.
Selain itu, tim teknis disiagakan untuk menangani gangguan yang mungkin muncul selama ujian berlangsung.
Langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan hambatan sekaligus memastikan seluruh peserta mengikuti ujian sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Minta Dinas Pendidikan Tingkatkan Pendampingan
Eddy Iskandar juga meminta Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meningkatkan pendampingan teknis kepada sekolah-sekolah penyelenggara TKA.
Perhatian khusus, menurutnya, perlu diberikan kepada sekolah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur digital, terutama fasilitas internet dan perangkat pendukung ujian.
Ia menegaskan, pemerataan sarana pendidikan menjadi bagian penting dalam memberikan kesempatan yang adil kepada seluruh pelajar di Bangka Belitung.
“Kita ingin anak-anak Babel mendapatkan kesempatan yang sama. Jangan sampai kemampuan mereka terhambat hanya karena masalah teknis,” tegas Eddy.
Menurutnya, kualitas penyelenggaraan ujian tidak boleh berbeda hanya karena kondisi fasilitas teknologi antarsekolah yang belum merata.
Oleh sebab itu, koordinasi antara Dinas Pendidikan, pihak sekolah, dan penyelenggara ujian perlu diperkuat untuk mengantisipasi persoalan serupa.
Eddy berharap kendala yang terjadi pada hari pertama pelaksanaan TKA dapat dijadikan bahan evaluasi agar penyelenggaraan ujian berikutnya berjalan lebih optimal.
Ia juga mengapresiasi kesiapan pihak sekolah, guru, pengawas, dan tim teknis yang telah berupaya menjaga kelancaran pelaksanaan ujian.
“Dengan dukungan sarana yang memadai dan pengawasan yang baik, pelaksanaan TKA diharapkan dapat membantu siswa menunjukkan kemampuan akademik mereka secara maksimal,” pungkasnya.
DPRD Babel berharap pelaksanaan TKA dapat berlangsung lancar hingga seluruh tahapan selesai, sehingga para siswa memiliki kesempatan yang setara untuk menunjukkan kemampuan akademik dan mempersiapkan pendidikan ke jenjang berikutnya. (Putri Utami/KBO Babel)
- Penulis: Putri Utami
- Editor: Sri Rezeki





Saat ini belum ada komentar