Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Bangka Belitung » Viral! Marwan Al-Gafari Unggah Video Sindir MA dan Aparat, Tagih Keadilan ke Presiden Prabowo

Viral! Marwan Al-Gafari Unggah Video Sindir MA dan Aparat, Tagih Keadilan ke Presiden Prabowo

  • account_circle sri rezeki
  • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
  • visibility 80
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Advertisements

KBOBABEL.COM (BANGKA BELITUNG) — Putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan vonis bebas terhadap mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, H. Marwan Al-Gafari, dan menjatuhkan hukuman 6 tahun penjara, menimbulkan gelombang reaksi keras. Tak terima dengan keputusan itu, Marwan meluapkan kekecewaannya secara terbuka melalui unggahan video di akun TikTok pribadinya pada Minggu (26/10/2025). Dalam video berdurasi dua menit tersebut, ia menyampaikan pesan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Senin (27/10/2025) 

“Yang saya hormati Presiden RI Prabowo Subianto. Saya, Haji Marwan Al-Gafari, berbicara bukan atas nama pribadi, tetapi atas nama rakyat Bangka dan bangsa Indonesia yang merasakan betapa penegakan hukum hari ini sudah sangat parah dan bobrok,” ucap Marwan dalam video itu dengan nada tegas.

Pernyataan tersebut sontak menarik perhatian publik. Dalam unggahannya, Marwan menuding sistem hukum di Indonesia telah kehilangan arah dan sarat dengan kepentingan kekuasaan. Ia menyebut bahwa putusan MA yang dijatuhkan tanpa sidang terbuka menjadi bukti nyata rusaknya tatanan keadilan di negeri ini.

Putusan MA Membatalkan Vonis Bebas

Kasus yang menjerat Marwan bermula dari dugaan korupsi pemanfaatan kawasan hutan produksi di Desa Kotawaringin, Kabupaten Bangka, dengan total luas sekitar 1.500 hektare. Nilai kerugian negara ditaksir mencapai Rp21,2 miliar. Dalam proses hukum di tingkat pertama, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pangkalpinang pada awal 2024 lalu menyatakan Marwan dan tiga terdakwa lainnya tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi, sehingga mereka divonis bebas.

Namun, Mahkamah Agung justru membatalkan vonis tersebut melalui putusan Nomor 9117 K/PID.SUS/2025 yang dipimpin oleh Hakim Agung Prim Haryadi dengan anggota Anshori dan Yanto. Dalam amar putusannya, MA menyatakan Marwan bersalah dan menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 6 tahun serta denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan.

Selain Marwan, tiga orang lainnya yang sebelumnya ikut divonis bebas juga kembali dijatuhi hukuman. Mereka adalah Dicky Markam (Kabid Tata Kelola dan Pemanfaatan Kawasan DLHK Babel), Bambang Wijaya (Kasi Pengelolaan Hutan DLHK Babel), dan Ari Setioko (pengusaha PT Narina Keisha Imani/NKI). Sementara satu terdakwa lain, Ricky Nawawi, masih menunggu keputusan resmi dari Mahkamah Agung.

“Vonis Tanpa Sidang, Tanpa Saksi”

Dalam curhatnya, Marwan mempertanyakan dasar keputusan MA yang menurutnya dijatuhkan tanpa proses persidangan terbuka dan tanpa menghadirkan saksi. Ia menyebut keputusan tersebut hanya didasarkan pada berkas yang dikirim dari Jakarta.

“Kami sudah divonis bebas di Pulau Bangka. Tapi di Mahkamah Agung, tanpa sidang, tanpa saksi, hanya lewat berkas dari Jakarta, kami langsung dinyatakan bersalah,” ujar Marwan dengan nada kecewa.

Ia kemudian melanjutkan, “Apakah ini keadilan, Bapak Presiden? Atau ini sekadar permainan kekuasaan?”

Ungkapan tersebut memicu banyak komentar warganet yang menyayangkan praktik hukum yang dinilai tertutup dan tidak transparan. Sebagian masyarakat di Bangka Belitung juga menganggap bahwa persoalan ini menjadi tamparan keras bagi sistem hukum nasional yang seharusnya menjunjung tinggi asas keterbukaan dan keadilan.

Sindiran Tajam untuk Aparat dan Elite Kekuasaan

Dalam pernyataannya, Marwan tidak hanya menyoroti keputusan MA, tetapi juga menyindir aparat penegak hukum yang menurutnya “bermain di atas berkas.” Ia menilai praktik seperti ini mencerminkan bobroknya sistem hukum di Indonesia.

“Penanganan hukum seperti ini tidak berwibawa, seperti main-main. Kami tahu ini bukan hanya persoalan kami di Babel, tapi cerminan rusaknya hukum di negeri ini,” tegasnya.

Menurut Marwan, keputusan MA tersebut bukan hanya merugikan dirinya dan rekan-rekannya, tetapi juga mencoreng integritas lembaga peradilan di mata publik. Ia pun meminta Presiden Prabowo untuk memperhatikan kondisi penegakan hukum di Indonesia agar tidak semakin kehilangan kepercayaan masyarakat.

Reaksi Publik dan Dampak Sosial

Unggahan video Marwan dengan cepat viral di berbagai platform media sosial. Banyak warganet yang memberikan dukungan moral kepada mantan pejabat tersebut, menilai bahwa curahan hatinya adalah bentuk keputusasaan terhadap sistem hukum yang dianggap tidak adil.

Namun, tidak sedikit juga yang menilai pernyataan Marwan sebagai langkah nekat yang berpotensi memperburuk posisinya di mata hukum.

“Apapun alasan dan emosinya, seharusnya tetap menghormati proses hukum yang berlaku,” tulis salah satu komentar di platform X (Twitter).

Sejumlah pengamat hukum di Bangka Belitung juga menilai bahwa kasus ini berpotensi menimbulkan polemik panjang, terutama jika ada dugaan kesalahan prosedur dalam proses kasasi di Mahkamah Agung.

Kasus yang Kembali Panas di Babel

Kasus korupsi hutan Kotawaringin ini sebelumnya sempat menjadi sorotan publik Bangka Belitung lantaran menyangkut persoalan tata kelola kawasan hutan produksi dan izin usaha yang diduga disalahgunakan. Setelah vonis bebas di tingkat Tipikor Pangkalpinang, masyarakat Babel sempat menganggap kasus tersebut telah selesai. Namun kini, dengan adanya putusan baru dari MA, situasi kembali memanas.

Dengan mencuatnya video pernyataan Marwan, perhatian publik kembali tertuju pada kredibilitas Mahkamah Agung serta kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum.

Meski demikian, hingga saat ini pihak Mahkamah Agung belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik Marwan tersebut. Media ini juga masih berupaya mengonfirmasi pihak Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung dan kuasa hukum Marwan untuk memberikan klarifikasi.

Kasus ini diperkirakan akan terus bergulir dan menjadi salah satu isu hukum paling disorot di Bangka Belitung pada akhir 2025. (Sumber : Radar Bahtera, Editor : KBO Babel)

  • Penulis: sri rezeki

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Keracunan Menu MBG, Enam Siswa MI Al Arifin Dilarikan ke Puskesmas

    Diduga Keracunan Menu MBG, Enam Siswa MI Al Arifin Dilarikan ke Puskesmas

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Enam siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Arifin, Kecamatan Pangkalanbaru, diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu MBG, Jumat (18/9/2026). Keenam siswa tersebut harus mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Girimaya, Kota Pangkalpinang, setelah mengeluhkan sejumlah gejala mulai dari mual, pusing hingga muntah-muntah. Saat awak […]

  • MDP Watch Resmi Dideklarasikan, Soroti Celah Pengawasan Majelis Disiplin Profesi

    MDP Watch Resmi Dideklarasikan, Soroti Celah Pengawasan Majelis Disiplin Profesi

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (JAKARTA) – Perkumpulan Pemerhati Majelis Disiplin Profesi (P-MDP) atau MDP Watch resmi dideklarasikan sebagai organisasi pemantau independen terhadap pelaksanaan Majelis Disiplin Profesi (MDP), lembaga baru yang menggantikan Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI). Deklarasi ini disampaikan oleh Ketua MDP Watch, Norman Zainal, dalam acara yang digelar secara daring pada Sabtu (29/11/2025). Ia menegaskan […]

  • Penyelundupan 20 Ton Pasir Timah di Mentok, Polda Babel Tetapkan Satu Tersangka dan Siap Limpahkan Berkas

    Penyelundupan 20 Ton Pasir Timah di Mentok, Polda Babel Tetapkan Satu Tersangka dan Siap Limpahkan Berkas

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (Bangka Belitung) – Kasus penyelundupan pasir timah ilegal seberat 20 ton yang berhasil diungkap oleh Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Bangka Belitung (Babel) kini memasuki babak baru. Setelah melalui proses penyelidikan intensif, penyidik telah menetapkan satu tersangka dalam kasus ini, dan berkas perkara segera dilimpahkan ke Kejaksaan untuk proses lebih lanjut. […]

  • Kepala Lapas Pangkalpinang Bantah Isu Fasilitas Mewah bagi Napi Eks Pejabat

    Kepala Lapas Pangkalpinang Bantah Isu Fasilitas Mewah bagi Napi Eks Pejabat

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pangkalpinang, Sugeng Indrawan membantah terkait pemberitaan di sejumlah media online menyebutkan Lapas yang kini dipimpinnya dituding ditemukan sejumlah pelanggaran. Rabu (20/8/2025). Dalam berita yang tayang sebelumnya di salah satu media online terasberita.my.id menyebutkan jika pihak Lapas setempat telah melanggar dari aturan yang ada lantaran […]

  • Cetak Generasi Emas 2045, PT TIMAH dan MIND ID Tingkatkan Kualitas Pendidikan Pemali Boarding School

    Cetak Generasi Emas 2045, PT TIMAH dan MIND ID Tingkatkan Kualitas Pendidikan Pemali Boarding School

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle putri utami
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul menjadi salah satu langkah penting untuk mewujudkan cita-cita Indonesia menuju Generasi Emas 2045. Upaya tersebut terus didorong PT TIMAH (Persero) Tbk melalui berbagai program pendidikan. Kamis (13/8/2026) PT TIMAH tidak hanya memberikan akses beasiswa, tetapi juga membekali pelajar dengan kompetensi, karakter, serta kesiapan menghadapi jenjang […]

  • Nadiem Makarim Tanggapi Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop di Kemendikbud

    Nadiem Makarim Tanggapi Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop di Kemendikbud

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (Jakarta) – Dugaan korupsi dalam pengadaan laptop di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) periode 2019-2022 tengah diselidiki oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Kasus ini terjadi di masa kepemimpinan Nadiem Makarim, yang kini memberikan tanggapannya terkait permasalahan tersebut. Selasa (10/6/2025) Dalam konferensi pers di Jakarta, Nadiem menjelaskan bahwa pengadaan tersebut dilakukan untuk mengatasi […]

expand_less