Wawako Dessy Ayutrisna Ajak Masyarakat Aktif Jaga Kebersihan Kota

Masalah Sampah Belum Tuntas, Pemkot Pangkalpinang Ajak Masyarakat Lebih Peduli Lingkungan

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Pemerintah Kota Pangkalpinang terus mendorong kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Hal ini ditegaskan Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, saat menghadiri kegiatan gotong royong bersama warga di Kelurahan Batin Tikal, tepatnya di halaman Kantor Lurah Gedung Nasional, Jumat (17/4/2026). Sabtu (18/4/2026)

Kegiatan gotong royong tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama dalam menghadapi persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi tantangan utama di Pangkalpinang.

banner 336x280

Dalam kesempatan itu, Dessy mengakui bahwa permasalahan sampah di Pangkalpinang belum sepenuhnya teratasi. Pemerintah, kata dia, terus berupaya mencari solusi jangka panjang, salah satunya melalui rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TP3ST).

“Sampah ini masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Pemerintah saat ini terus berproses untuk membangun TP3ST sesuai arahan Wali Kota. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan anggaran,” ujar Dessy.

Menurutnya, pembangunan fasilitas pengolahan sampah terpadu menjadi salah satu langkah strategis dalam mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan limbah di daerah.

Namun demikian, Dessy menegaskan bahwa upaya pemerintah tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan aktif dari masyarakat. Ia menilai rendahnya kesadaran warga dalam membuang sampah pada tempatnya masih menjadi kendala utama.

“Masih sering kita temui masyarakat yang membuang sampah sembarangan, terutama di lahan kosong atau bahkan ke sungai. Padahal, lokasi tersebut sudah beberapa kali dibersihkan, namun kembali kotor. Ini menunjukkan bahwa persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah,” katanya.

Ia menekankan bahwa perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor kunci dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Tanpa adanya kesadaran kolektif, berbagai program yang telah dirancang pemerintah tidak akan memberikan hasil optimal.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Kesadaran untuk menjaga lingkungan harus dimulai dari diri sendiri,” lanjutnya.

Sebagai langkah pengawasan, Pemerintah Kota Pangkalpinang juga mulai memasang kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik yang rawan dijadikan lokasi pembuangan sampah liar. Namun, hingga saat ini jumlahnya masih terbatas.

“CCTV saat ini baru terpasang di dua titik dan itu merupakan bantuan dari Bank Sumsel. Kami berharap fasilitas ini bisa membantu memantau sekaligus memberikan efek jera bagi pelaku pembuangan sampah sembarangan,” jelas Dessy.

Meski demikian, ia menilai keberadaan teknologi tersebut tidak akan efektif jika tidak diiringi dengan kesadaran masyarakat. Menurutnya, pengawasan hanya bersifat pendukung, sementara perubahan perilaku tetap menjadi solusi utama.

“Sebanyak apa pun CCTV dipasang, kalau kesadaran masyarakat masih rendah, maka persoalan ini tidak akan selesai. Oleh karena itu, edukasi dan kesadaran menjadi hal yang paling penting,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Dessy juga mengajak media massa untuk turut berperan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Ia berharap media dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan pesan-pesan penting terkait kebersihan lingkungan.

“Kami berharap rekan-rekan media bisa membantu menyosialisasikan pentingnya menjaga kebersihan. Peran media sangat besar dalam membentuk kesadaran publik,” katanya.

Kegiatan gotong royong yang melibatkan warga setempat tersebut berlangsung dengan antusias. Warga bersama aparat kelurahan dan pemerintah kota membersihkan lingkungan sekitar, mulai dari sampah rumah tangga hingga rumput liar yang berpotensi menjadi sarang penyakit.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap dapat menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan di tengah masyarakat. Selain itu, kegiatan gotong royong juga dinilai sebagai sarana efektif untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan warga.

Pemkot Pangkalpinang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas lingkungan hidup melalui berbagai program dan kebijakan. Namun, keberhasilan upaya tersebut sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan persoalan sampah di Pangkalpinang dapat diatasi secara bertahap, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga. (Angga Hardika/KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *