Berawal dari Istirahat di Atas Ponton, Pemuda Penambang Timah di Belitung Ditemukan Meninggal di Kolong Tambang

Hilang Saat Menambang Timah, Faris (18) Ditemukan Mengapung di Kolong Tambang Belitung Setelah Pencarian Semalaman

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (BELITUNG) – Seorang pemuda penambang timah bernama Faris (18) ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang secara misterius di kawasan kolong tambang rakyat Dusun Bantan, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung. Korban ditemukan mengapung di permukaan air pada Minggu (5/7/2026) sekitar pukul 02.56 WIB, tidak jauh dari lokasi terakhir dirinya terlihat.

Peristiwa tersebut sempat mengundang perhatian warga setempat karena korban menghilang tanpa jejak saat sedang berada di atas ponton tambang. Upaya pencarian yang dilakukan keluarga dan masyarakat sejak Sabtu (4/7/2026) siang akhirnya membuahkan hasil setelah Tim SAR gabungan menemukan jasad korban pada dini hari.

banner 336x280

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, membenarkan penemuan korban. Ia mengatakan jasad Faris ditemukan mengambang di atas permukaan air kolong tambang setelah dilakukan operasi pencarian oleh Tim SAR gabungan.

“Tim SAR gabungan bergerak ke lokasi dan berhasil mengangkat korban dengan aman dari permukaan air kolong tambang. Selanjutnya korban dibantu warga dievakuasi menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Mikel.

Hilang Setelah Beristirahat di Atas Ponton

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula pada Sabtu siang ketika Faris bekerja seperti biasa mencari timah menggunakan ponton di kolong tambang rakyat di Dusun Bantan.

Setelah beberapa waktu melakukan aktivitas penambangan, korban memutuskan beristirahat untuk makan siang di atas ponton. Usai makan, Faris disebut memilih berbaring di atas ponton sambil melepas lelah sebelum kembali bekerja.

Namun, beberapa saat kemudian paman korban datang ke lokasi untuk melihat aktivitas Faris. Saat tiba di ponton, ia terkejut karena keponakannya sudah tidak berada di tempat.

Awalnya keluarga mengira Faris telah pulang lebih dahulu. Akan tetapi, setelah dilakukan pengecekan di sekitar lokasi, keberadaan korban tidak ditemukan.

Kekhawatiran keluarga semakin besar ketika sepeda motor milik Faris masih terparkir di tepi kolong tambang. Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa korban tidak pernah meninggalkan lokasi sejak terakhir terlihat berada di atas ponton.

“Kecurigaan bahwa korban tenggelam semakin menguat setelah pihak keluarga menemukan sepeda motor milik Faris masih terparkir rapi di pinggir kolong tambang, sementara keberadaannya tidak diketahui sama sekali,” jelas Mikel.

Warga Lakukan Pencarian Mandiri

Mengetahui Faris tidak kunjung ditemukan, keluarga bersama warga sekitar langsung melakukan pencarian secara mandiri di area kolong tambang.

Mereka menyisir pinggiran kolong, memeriksa ponton-ponton yang berada di sekitar lokasi, hingga melakukan pencarian menggunakan perahu sederhana. Namun, hingga malam hari pencarian tersebut belum membuahkan hasil.

Karena korban belum juga ditemukan, Kepala Desa Bantan, Suhandi, kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang agar dilakukan operasi pencarian secara resmi.

Laporan itu langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan personel penyelamat dari Pos SAR Belitung dan Unit Siaga SAR (USS) Tanjung Pandan menuju lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi, Tim SAR gabungan segera berkoordinasi dengan aparat desa, keluarga korban, warga setempat, serta unsur terkait lainnya untuk menentukan strategi pencarian.

Penyisiran Dilakukan Hingga Dini Hari

Operasi pencarian dilakukan dengan menyisir area kolong tambang menggunakan metode pemantauan visual di sepanjang tepian kolong serta pemeriksaan di sekitar titik terakhir korban diketahui berada.

Tim juga memperhatikan kondisi arus air, kedalaman kolong, serta kemungkinan posisi korban berdasarkan keterangan saksi yang terakhir melihat Faris berada di atas ponton.

Upaya pencarian berlangsung hingga larut malam. Tim SAR gabungan tetap melanjutkan operasi meski kondisi minim pencahayaan dan medan pencarian cukup menantang.

Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 02.56 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi mengambang di atas permukaan air tidak jauh dari Last Known Position (LKP) atau lokasi terakhir korban terlihat.

Petugas kemudian melakukan proses evakuasi dengan hati-hati sebelum membawa jenazah ke daratan.

Setelah berhasil dievakuasi, jasad Faris diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan.

Operasi SAR Resmi Ditutup

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian terhadap kondisi membahayakan manusia resmi diusulkan untuk ditutup.

Seluruh personel SAR gabungan yang terlibat kemudian kembali ke kesatuan masing-masing setelah memastikan seluruh tahapan operasi berjalan dengan baik.

Mikel menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian, mulai dari personel Basarnas, aparat pemerintah desa, relawan, hingga masyarakat yang ikut membantu sejak awal korban dilaporkan hilang.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bersinergi di lapangan sehingga korban berhasil ditemukan,” katanya.

Pengingat Pentingnya Keselamatan Kerja

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya penerapan aspek keselamatan dalam aktivitas penambangan rakyat, terutama di kawasan kolong bekas tambang yang memiliki tingkat risiko tinggi.

Kolong tambang umumnya memiliki kedalaman yang sulit dipastikan, kontur dasar yang tidak merata, serta kondisi air yang dapat berubah sewaktu-waktu. Risiko tenggelam juga meningkat apabila pekerja berada seorang diri atau beristirahat di atas ponton tanpa alat keselamatan.

Karena itu, para penambang diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan kerja dengan menggunakan alat pelindung diri, tidak bekerja sendirian, serta memastikan ada rekan yang mengetahui posisi mereka selama beraktivitas di lokasi tambang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti meninggalnya Faris. Pihak berwenang masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut, sementara keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah yang menimpa korban saat menjalankan aktivitas mencari nafkah di tambang rakyat. (Sumber : negerilaskarpelangi.com, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed