KBOBABEL.COM (BANGKA BARAT) — Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Bangka Barat memperketat pengawasan terhadap kendaraan logistik yang akan menyeberang melalui Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi upaya penyelundupan komoditas tambang berupa pasir maupun balok timah ke luar Pulau Bangka. Sabtu (3/10/2026)
Pengawasan dan pemeriksaan intensif dilaksanakan pada Kamis (1/10/2026) malam. Kegiatan dimulai sekitar pukul 22.00 WIB dan berlangsung hingga selesai.
Petugas menyasar kendaraan logistik yang hendak menggunakan kapal feri dari Pelabuhan Tanjung Kalian menuju Pelabuhan Tanjung Api-Api, Sumatra Selatan. Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari upaya kepolisian mempersempit jalur keluar masuk barang ilegal melalui transportasi laut.
Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso mengatakan, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap kendaraan yang akan menyeberang.
Menurut Yos, petugas tidak hanya memeriksa muatan kendaraan, tetapi juga mengecek kelengkapan dokumen perjalanan serta menelusuri asal-usul dan tujuan barang yang dibawa.
“Personel di lapangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kendaraan, muatan, hingga dokumen perjalanan. Petugas juga memverifikasi asal-usul barang serta tujuan pengirimannya langsung kepada para sopir,” ujar Yos saat dikonfirmasi, Jumat (2/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, personel Satpolairud juga melakukan pemeriksaan terhadap manifest dokumen kapal. Data yang tercantum dalam manifest kemudian dicocokkan dengan hasil penimbangan berat muatan kendaraan yang tercatat di loket pelabuhan.
Pencocokan data tersebut dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya ketidaksesuaian antara dokumen dengan muatan sebenarnya. Selain itu, pemeriksaan berat kendaraan juga menjadi salah satu langkah untuk mengidentifikasi adanya kelebihan muatan yang dianggap mencurigakan.
Pemeriksaan dilakukan secara maraton hingga dini hari. Kendaraan yang menjadi sasaran diperiksa satu per satu sebelum diberangkatkan menggunakan kapal menuju Sumatra Selatan.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, polisi tidak menemukan adanya pasir timah, balok timah, maupun barang lain yang mencurigakan terkait dugaan aktivitas penyelundupan.
“Hasil pemeriksaan malam tadi tidak menemukan adanya aktivitas atau muatan barang mencurigakan terkait pasir maupun balok timah pada kapal angkutan barang yang diperiksa. Semua dokumen dan muatan dinyatakan sesuai,” jelas Yos.
Dengan hasil tersebut, kondisi di kawasan Pelabuhan Tanjung Kalian dipastikan tetap aman dan kondusif. Namun, kepolisian menegaskan bahwa tidak ditemukannya pelanggaran dalam pemeriksaan kali ini bukan berarti pengawasan akan dihentikan.
Polres Bangka Barat memastikan pemeriksaan akan terus dilakukan secara berkala, termasuk pada waktu-waktu yang dianggap rawan terhadap potensi penyelundupan.
Pengawasan secara tidak terduga juga menjadi bagian dari strategi kepolisian untuk mencegah pihak-pihak tertentu memanfaatkan jalur penyeberangan Tanjung Kalian sebagai akses membawa komoditas tambang ilegal keluar dari Pulau Bangka.
Langkah tersebut juga menjadi bentuk pencegahan terhadap mata rantai perdagangan komoditas tambang yang tidak memiliki legalitas. Pemeriksaan kendaraan, dokumen dan muatan diharapkan dapat mendeteksi lebih awal apabila terdapat upaya membawa barang yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Selain melakukan pengawasan, kepolisian mengimbau para pengemudi truk dan seluruh pengguna jasa angkutan laut agar bersikap kooperatif selama proses pemeriksaan.
Para pengguna jasa diminta memastikan seluruh dokumen kendaraan maupun dokumen barang telah lengkap dan sesuai. Barang yang dibawa juga harus memiliki asal-usul serta legalitas yang jelas.
Kepolisian menegaskan bahwa pemeriksaan di Pelabuhan Tanjung Kalian akan terus menjadi bagian dari upaya menjaga jalur penyeberangan tetap aman sekaligus mencegah keluar-masuknya barang ilegal melalui wilayah Bangka Barat. (Sumber : Timelines.id, Editor : KBO Babel)














