KBOBABAEL.COM (PANGKALPINANG) – Pemerintah Kota Pangkalpinang terus memperjuangkan pemerataan kualitas pendidikan melalui peningkatan sarana dan prasarana sekolah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengajukan tambahan program revitalisasi untuk puluhan satuan pendidikan kepada pemerintah pusat pada tahun 2026. Jum’at (3/7/2026)
Optimisme tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, usai menghadiri Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 dan Penyerahan Revitalisasi Tahun 2026 untuk Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Tengah yang berlangsung di SMP Negeri 9 Pangkalpinang, Kamis (2/7/2026).
Menurut Dessy, perhatian pemerintah pusat terhadap peningkatan mutu pendidikan memberikan harapan besar bagi daerah untuk memperoleh tambahan bantuan revitalisasi sekolah. Ia meyakini Pangkalpinang memiliki peluang mendapatkan alokasi lebih banyak karena kebutuhan peningkatan fasilitas pendidikan masih cukup besar.
“Tahun 2025 Kota Pangkalpinang telah memperoleh bantuan revitalisasi untuk lima satuan pendidikan. Kami berharap pada tahun 2026 jumlah sekolah yang mendapatkan bantuan dapat bertambah sehingga pemerataan kualitas pendidikan semakin cepat terwujud,” ujarnya.
Dessy menjelaskan, pada tahun 2025 pemerintah pusat mengalokasikan bantuan revitalisasi bagi lima satuan pendidikan di Pangkalpinang dengan nilai anggaran sekitar Rp2,6 miliar.
Bantuan tersebut meliputi pembangunan area bermain di TK Muslimat NU dan TK Kalam Kudus, rehabilitasi SD Negeri 40 serta SD Negeri 62, dan revitalisasi SMP Negeri 9 Pangkalpinang.
Khusus di SMP Negeri 9, pekerjaan revitalisasi mencakup rehabilitasi ruang kelas, laboratorium, toilet, hingga ruang administrasi guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman, aman, dan mendukung proses pembelajaran.
“Alhamdulillah, bantuan tersebut sangat membantu peningkatan kualitas fasilitas pendidikan. Kami berharap seluruh sekolah penerima dapat memanfaatkan hasil revitalisasi secara maksimal demi meningkatkan mutu layanan pendidikan kepada peserta didik,” katanya.
Meski demikian, Dessy menilai kebutuhan revitalisasi sekolah di Pangkalpinang masih cukup tinggi. Oleh sebab itu, Pemerintah Kota Pangkalpinang kembali mengusulkan sebanyak 57 satuan pendidikan untuk memperoleh bantuan revitalisasi pada tahun anggaran 2026.
Usulan tersebut terdiri atas 18 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 29 Sekolah Dasar (SD), dan 10 Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Menurutnya, hingga saat ini baru empat satuan pendidikan yang telah memasuki tahap Perjanjian Kerja Sama (PKS), yakni tiga PAUD dan satu SD. Kendati demikian, proses verifikasi masih terus berlangsung sehingga peluang penambahan penerima bantuan masih terbuka.
“Kami terus berdoa agar semakin banyak sekolah yang mendapatkan bantuan revitalisasi. Dengan begitu, kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Pangkalpinang akan semakin merata,” ujarnya.
Selain revitalisasi bangunan sekolah, Pemerintah Kota Pangkalpinang juga mengusulkan pembangunan sekolah baru untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan.
Dessy mengatakan pihaknya berharap pemerintah pusat dapat mendukung pembangunan SMP Negeri 11 dan SMP Negeri 12 di Pangkalpinang. Kedua sekolah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi pertumbuhan jumlah peserta didik sekaligus memperluas akses pendidikan.
Tak hanya itu, Pemkot Pangkalpinang juga berharap dapat menjadi bagian dari pelaksanaan Program Sekolah Nasional Terintegrasi yang tengah dipersiapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan kementerian. Selama lahan tersedia, kami berharap pembangunan sekolah baru dapat direalisasikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan pendidikan yang berkualitas,” kata Dessy.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu’ti, memastikan pemerintah masih membuka peluang penambahan sekolah penerima bantuan revitalisasi tahun 2026 karena proses verifikasi dan validasi masih berjalan.
Ia menjelaskan, pada awalnya pemerintah menargetkan revitalisasi terhadap 11.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Namun setelah adanya tambahan anggaran dari Presiden, target tersebut meningkat secara signifikan menjadi sekitar 71.744 satuan pendidikan.
Menurut Abdul Mu’ti, peningkatan jumlah sekolah penerima bantuan merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mempercepat pemerataan kualitas pendidikan nasional melalui penyediaan fasilitas belajar yang lebih layak.
“Program revitalisasi ini merupakan komitmen Bapak Presiden dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua melalui penyediaan sekolah yang aman, nyaman, dan layak,” ujarnya.
Selain pembangunan fisik sekolah, pemerintah juga terus menjalankan transformasi pendidikan melalui program digitalisasi sekolah.
Program tersebut meliputi penyediaan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai media pembelajaran digital, peningkatan kompetensi guru, bantuan layanan internet berbasis Starlink bagi sekolah yang belum terjangkau jaringan internet, hingga kerja sama dengan PLN untuk penambahan daya listrik tanpa biaya bagi sekolah penerima perangkat IFP.
Abdul Mu’ti mengatakan transformasi pendidikan tidak hanya difokuskan pada pembangunan gedung sekolah, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Karena itu, pemerintah menyediakan berbagai program pengembangan kompetensi guru, mulai dari beasiswa penyelesaian pendidikan Strata 1 (S1), pelatihan pembelajaran mendalam (deep learning), penguatan layanan bimbingan dan konseling, peningkatan kemampuan bahasa Inggris, pengembangan pembelajaran berbasis STEM, hingga pelatihan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan coding.
Di sisi lain, penguatan karakter peserta didik juga menjadi perhatian pemerintah melalui implementasi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Program Pagi Ceria, serta pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah selama lima hari.
Program tersebut dirancang untuk membangun karakter peserta didik sejak dini, mengenali bakat dan minat siswa, sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, Pemkot Pangkalpinang berharap semakin banyak sekolah yang memperoleh revitalisasi pada tahun 2026 sehingga seluruh peserta didik dapat menikmati fasilitas pendidikan yang lebih representatif. Upaya tersebut diharapkan mampu mempercepat pemerataan mutu pendidikan sekaligus mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang unggul di Kota Pangkalpinang. (Jaya Suparta/KBO Babel)

















