Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Bangka Belitung » DPRD Babel Terima Aspirasi FPPT, Dorong Regulasi IPR untuk Lindungi Pekerja Tailing

DPRD Babel Terima Aspirasi FPPT, Dorong Regulasi IPR untuk Lindungi Pekerja Tailing

  • account_circle sri rezeki
  • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Forum Pencuci Pasir Tailing (FPPT) mendatangi Kantor DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Kamis siang (12/3/2026), untuk menyampaikan aspirasi terkait aktivitas mereka yang saat ini terhenti. Kedatangan mereka bertujuan meminta kepastian hukum agar masyarakat dapat kembali bekerja memanfaatkan pasir tailing yang selama ini menjadi sumber penghidupan. Jum’at (13/3/2026)

Aspirasi tersebut muncul setelah aktivitas penjualan pasir tailing yang biasa mereka lakukan tidak dapat berjalan akibat penutupan sementara salah satu perusahaan penampung, yakni PT PMM di kawasan Airanyir.

Perwakilan FPPT, Azwar dan M. Soleh, mengatakan masyarakat yang tergabung dalam forum tersebut sebagian besar menggantungkan penghasilan dari kegiatan mencuci pasir tailing. Mereka menegaskan bahwa aktivitas tersebut telah berlangsung puluhan tahun dan selama ini tidak menimbulkan persoalan berarti.

Menurut Azwar, kegiatan mengambil dan mengolah pasir tailing bukanlah praktik baru di Bangka Belitung. Aktivitas tersebut bahkan telah dilakukan masyarakat sejak lebih dari dua dekade lalu.

“Sudah lebih dari 20 tahun kami bekerja mengambil sisa pasir tailing dari Pulau Bangka sampai Belitung. Selama ini tidak pernah ada masalah besar seperti sekarang,” ujar Azwar saat menyampaikan aspirasi di hadapan anggota DPRD Babel.

Ia menjelaskan, kondisi saat ini menjadi sulit bagi masyarakat karena mereka tidak lagi dapat menjual hasil pekerjaan setelah perusahaan penampung menghentikan operasional sementara waktu.

“Pasca insiden dengan Satgas dan beberapa pihak lainnya pada Sabtu pekan kemarin, sekarang kami tidak bisa lagi menjual pasir tailing karena PT PMM di Airanyir tutup sementara,” katanya.

Menurut Azwar, masyarakat yang bekerja sebagai pencuci pasir tailing pada dasarnya hanya memanfaatkan limbah sisa kegiatan tambang yang sebelumnya tidak digunakan. Ia menilai material tersebut masih memiliki nilai ekonomis yang dapat dimanfaatkan untuk membantu perekonomian masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan secara mandiri oleh masyarakat tanpa dukungan modal besar dari pihak lain.

“Kami ini masyarakat kecil yang hanya ingin bekerja. Modalnya pun dari kami sendiri. Jangan sampai kami bekerja malah takut ditangkap, padahal yang kami ambil adalah limbah sisa tambang yang dulu tidak dimanfaatkan,” ujarnya.

Azwar menambahkan, pasir tailing yang mereka kumpulkan berasal dari berbagai lokasi di Pulau Bangka, yang merupakan sisa-sisa aktivitas penambangan sebelumnya.

Menurutnya, masyarakat berharap pemerintah dapat memberikan solusi agar mereka tetap dapat bekerja tanpa harus merasa khawatir terhadap persoalan hukum.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Reskiansyah, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut mengingatkan bahwa setiap kegiatan yang berkaitan dengan mineral tetap harus mengikuti aturan yang berlaku.

Ia menegaskan bahwa aktivitas yang menyangkut pengelolaan sumber daya mineral harus berada dalam koridor hukum yang jelas, termasuk terkait wilayah izin usaha pertambangan (IUP) serta berbagai ketentuan perizinan lainnya.

“Apapun usahanya, jika berkaitan dengan mineral maka harus mengikuti aturan yang berlaku. Mulai dari wilayah IUP hingga ketentuan lainnya agar kegiatan tersebut tidak keluar dari koridor hukum,” ujar Reskiansyah.

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah pada dasarnya mendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Namun, kegiatan tersebut tetap harus dilaksanakan sesuai regulasi agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Menanggapi aspirasi masyarakat tersebut, Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, mengatakan pihaknya menerima dan memahami keluhan yang disampaikan masyarakat.

Menurutnya, DPRD Babel akan mencoba mencarikan solusi yang dapat memberikan kepastian hukum bagi masyarakat yang selama ini bekerja di sektor tersebut.

Didit menilai salah satu persoalan yang terjadi saat ini adalah minimnya pemahaman masyarakat mengenai aturan perizinan pertambangan. Hal tersebut kerap menimbulkan polemik di lapangan ketika aktivitas masyarakat dinilai tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Selama ini masyarakat forum tailing belum sepenuhnya memahami persoalan izin seperti IUP dan aturan lainnya. Karena itu perlu ada solusi yang memberikan kepastian bagi masyarakat,” kata Didit.

Ia menilai salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan adalah penyusunan Peraturan Daerah (Perda) tentang Izin Pertambangan Rakyat (IPR).

Melalui regulasi tersebut, diharapkan masyarakat yang selama ini bekerja memanfaatkan sisa material tambang dapat memiliki legalitas yang jelas sehingga aktivitas mereka dapat berjalan dengan aman.

“Ke depan salah satu solusi yang bisa dipertimbangkan adalah melalui Perda IPR. Jika regulasi ini ada, maka masyarakat penambang dapat bekerja dengan lebih aman dan memiliki kepastian hukum,” ujarnya.

Didit menegaskan bahwa DPRD tidak berada dalam posisi untuk menentukan apakah aktivitas masyarakat tersebut termasuk kategori ilegal atau tidak. Namun yang terpenting menurutnya adalah menghadirkan regulasi yang mampu memberikan kejelasan bagi semua pihak.

“Apapun aktivitasnya tetap harus mengikuti aturan. Jika Perda IPR sudah disahkan, tentu masyarakat bisa bekerja dengan lebih tenang karena ada payung hukumnya,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa persoalan terkait wilayah perizinan pertambangan pada dasarnya berada dalam kewenangan pemerintah daerah setempat, termasuk pemerintah kota dan DPRD di tingkat daerah tersebut.

Meski demikian, DPRD Provinsi tetap menerima aspirasi masyarakat karena persoalan ini berkaitan dengan mata pencaharian warga serta pengelolaan sumber daya mineral di daerah.

Didit memastikan pihaknya akan mendorong agar aspirasi yang disampaikan FPPT dapat dibahas lebih lanjut bersama pemerintah daerah dan instansi terkait guna mencari solusi terbaik.

“Yang jelas aspirasi ini kami terima. Ke depan akan kita dorong agar bisa dikolaborasikan dengan pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya untuk mencari jalan keluar yang terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui dialog tersebut, diharapkan muncul solusi yang dapat menyeimbangkan antara kepentingan ekonomi masyarakat dengan kepastian hukum dalam pengelolaan sumber daya mineral di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (Faras Prakasa/KBO Babel)

  • Penulis: sri rezeki

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Resmi Dibuka Reza Aryani, Pelatihan Manajer Koperasi Jadi Momentum Peningkatan SDM

    Resmi Dibuka Reza Aryani, Pelatihan Manajer Koperasi Jadi Momentum Peningkatan SDM

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor koperasi terus dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Salah satunya melalui kegiatan pelatihan dan sertifikasi BNSP Manajer Koperasi yang resmi dimulai pada Selasa (14/4/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid, yakni daring dan luring, ini diikuti oleh sejumlah koperasi terpilih […]

  • Kejahatan terhadap Demokrasi? Komisi III DPR Tegas Kawal Kasus Serangan Air Keras Aktivis

    Kejahatan terhadap Demokrasi? Komisi III DPR Tegas Kawal Kasus Serangan Air Keras Aktivis

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (JAKARTA) – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menggelar rapat khusus pada Senin, 16 Maret 2026, membahas kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Rapat digelar di ruang Komisi III DPR RI, Kompleks DPR RI, Jakarta Pusat, dan dipimpin oleh Ketua […]

  • Operasi Senyap! 60 Napi ‘Berisiko Tinggi’ Pangkalpinang Digiring ke Pulau Keras Nusakambangan

    Operasi Senyap! 60 Napi ‘Berisiko Tinggi’ Pangkalpinang Digiring ke Pulau Keras Nusakambangan

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (JAKARTA) – Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan (Imipas) melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) melakukan langkah tegas dengan memindahkan sebanyak 60 narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, ke Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Seluruh napi yang dipindahkan berstatus ‘berisiko tinggi’ atau high risk yang dinilai memerlukan pengawasan serta pembinaan khusus. Sabtu (20/9/2025) […]

  • Tegas! Habib Muchdar Desak Polisi Usut Oknum Bapas yang Intimidasi dr. YLI

    Tegas! Habib Muchdar Desak Polisi Usut Oknum Bapas yang Intimidasi dr. YLI

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (Banjarmasin) – Pemerhati Publik dan Kebijakan Hukum, Habib Muchdar Hasan Assegaf, menuntut agar oknum petugas Bapas Kelas 1 Banjarmasin yang diduga melakukan intimidasi terhadap dr. YLI diproses hukum secara tegas. Menurutnya, tindakan intimidasi tersebut merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan dapat dikenakan sanksi hukum. Sabtu (24/5/2025) “Intimidasi tidak diperbolehkan untuk dilakukan oleh seorang […]

  • Pilkada Ulang Pangkalpinang, 27 Agustus Resmi Libur: Pekerja Masuk Kantor Dapat Bonus Lembur!

    Pilkada Ulang Pangkalpinang, 27 Agustus Resmi Libur: Pekerja Masuk Kantor Dapat Bonus Lembur!

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang resmi menetapkan Rabu, 27 Agustus 2025, sebagai hari libur dalam rangka pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Ulang. Sabtu (23/8/2025) Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Pangkalpinang Nomor 22 Tahun 2025 yang diumumkan pada akhir pekan. Penetapan hari libur tersebut sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang […]

  • Dukung Nelayan, PT Timah Berikan Alat Tangkap hingga BPJS Ketenagakerjaan

    Dukung Nelayan, PT Timah Berikan Alat Tangkap hingga BPJS Ketenagakerjaan

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – PT Timah Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL). Berbagai program pemberdayaan hingga bantuan konkret diberikan untuk kelompok nelayan di wilayah operasional perusahaan sebagai upaya mendukung penguatan ekonomi nelayan sekaligus menjaga keberlanjutan sektor perikanan. Rabu (16/7/2025) Sebagai anggota Holding Industri Pertambangan MIND […]

expand_less