KBOBABEL.COM (BANGKA TENGAH) — Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel bersama DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan pihak kepolisian melakukan peninjauan langsung terhadap penyaluran bahan bakar minyak (BBM) jenis Biosolar di SPBU 24.331.131 Nibung, Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (24/9/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat mengenai antrean kendaraan dan kondisi penyaluran Biosolar di SPBU Nibung. Pemerintah daerah bersama Pertamina ingin memastikan ketersediaan stok sekaligus mengecek agar distribusi BBM bersubsidi tersebut tetap berjalan sesuai ketentuan.
Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, mengatakan hasil peninjauan menunjukkan bahwa antrean yang terjadi di SPBU Nibung dipengaruhi oleh keterbatasan ketersediaan solar.
“Setelah kita lihat langsung, antrean terjadi karena adanya keterbatasan ketersediaan solar. Namun, Pertamina sudah menyiapkan solusi untuk mengatasi antrean BBM ini,” kata Didit saat berada di SPBU 24.331.131 Nibung, Kamis (24/9/2026).
Menurut Didit, Pertamina telah menyiapkan langkah untuk menambah pasokan Biosolar ke SPBU tersebut. Penambahan pasokan diharapkan dapat mengurangi kepadatan antrean yang terjadi pada waktu-waktu tertentu.
Didit menyebut, mulai Jumat (25/9/2026), Pertamina akan melakukan penambahan dan pengiriman langsung stok solar ke SPBU Nibung. Langkah tersebut menjadi salah satu solusi untuk mengantisipasi terjadinya kekurangan pasokan di lapangan.
Selain menambah pasokan, Pertamina juga telah meminta informasi kepada pengelola SPBU mengenai waktu-waktu tertentu yang biasanya mengalami peningkatan antrean kendaraan.
“Pertamina juga sudah menanyakan kepada pemilik SPBU terkait hari-hari tertentu yang biasanya terjadi antrean. Dari informasi tersebut, nantinya Pertamina akan menambah alokasi BBM pada hari-hari tertentu untuk mengurangi antrean,” jelas Didit.
Dengan pola tersebut, penyaluran Biosolar diharapkan dapat lebih menyesuaikan kebutuhan masyarakat di lapangan. Penambahan alokasi pada hari tertentu juga diharapkan mampu mencegah terjadinya penumpukan kendaraan akibat ketidakseimbangan antara ketersediaan stok dan kebutuhan pada waktu tertentu.
Dalam kesempatan tersebut, Didit juga mengingatkan masyarakat yang telah memiliki Kartu Subsidi Tepat agar menggunakan kartu tersebut sesuai dengan peruntukannya.
Ia meminta masyarakat tidak meminjamkan kartu kepada pihak lain karena penggunaan kartu oleh orang lain berpotensi menimbulkan persoalan dalam sistem penyaluran BBM bersubsidi.
“Pesan saya kepada masyarakat yang mempunyai Kartu Subsidi Tepat, jangan dipinjamkan kepada orang lain karena dapat menyebabkan pemblokiran. Gunakanlah kartu tersebut untuk kepentingan kita sendiri dan sesuai dengan peruntukannya,” tegasnya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan Pertamina terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat kepolisian, serta pihak terkait lainnya untuk memastikan distribusi Biosolar berjalan sesuai ketentuan.
Pertamina, kata Rusminto, juga terus melakukan optimalisasi penyaluran dengan memperhatikan kebutuhan aktual di lapangan. Langkah tersebut dilakukan agar ketersediaan BBM dapat mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga penyaluran subsidi tetap tepat sasaran.
“Pertamina terus mengoptimalkan penyaluran Biosolar dengan mempertimbangkan kebutuhan di lapangan. Kami juga memastikan koordinasi dengan pihak terkait berjalan dengan baik agar ketersediaan BBM dapat mendukung kebutuhan masyarakat sesuai dengan peruntukannya,” ujar Rusminto.
Peninjauan bersama tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan persoalan antrean Biosolar di SPBU Nibung dapat segera ditangani. Dengan adanya tambahan pasokan dan penyesuaian alokasi pada hari-hari tertentu, antrean diharapkan dapat ditekan sehingga masyarakat yang berhak memperoleh Biosolar dapat terlayani sesuai ketentuan.
Pertamina bersama DPRD Babel dan kepolisian juga akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi penyaluran BBM di lapangan untuk memastikan distribusi Biosolar tetap berjalan tertib, tersedia, dan tepat sasaran. (Zulfikar/KBO Babel)

















