Gubernur Hidayat Arsani Turun ke Sawah di Namang, Perkuat Program Ketahanan Pangan 2026

Turun Langsung ke Sawah, Hidayat Arsani Dorong Petani dan Produksi Pangan Babel

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (NAMANG) — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, memimpin langsung kegiatan penanaman padi bersama dalam rangka Program Ketahanan Pangan Desa Adhyaksa Tahun 2026 yang digelar di kawasan Saung Sawah Pelangi Pelawan, Desa Namang, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Senin (20/4/2026). Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel dalam memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi utama ketahanan pangan daerah. Selasa (21/4/2026)

Kehadiran gubernur bersama jajaran Forkopimda, Kepala Kejaksaan Tinggi Babel, serta Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman menunjukkan sinergi lintas sektor dalam mendukung program strategis nasional di bidang pangan. Selain itu, sejumlah kepala perangkat daerah, aparat penegak hukum, serta masyarakat setempat turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

banner 336x280

Dalam sambutannya, Hidayat Arsani menegaskan bahwa kegiatan penanaman padi bersama ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah konkret dalam meningkatkan produksi pangan dan memperkuat kemandirian daerah. Ia menilai, ketahanan pangan menjadi isu strategis yang harus mendapat perhatian serius, terutama di tengah berbagai tantangan global dan nasional.

“Ini bukan hanya kegiatan simbolis. Ini adalah langkah nyata dalam menjaga ketersediaan pangan, meningkatkan produksi, serta mendorong kesejahteraan petani di daerah,” tegas Hidayat.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran vital dalam menopang perekonomian daerah, khususnya di wilayah yang memiliki potensi lahan pertanian yang luas seperti Bangka Belitung. Oleh karena itu, pemerintah daerah akan terus mendorong berbagai program yang berorientasi pada peningkatan produktivitas dan pemberdayaan petani.

Gubernur juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan ketahanan pangan, di antaranya perubahan iklim, alih fungsi lahan pertanian, serta fluktuasi harga komoditas pangan. Untuk itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian.

Salah satu bentuk kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Program Desa Adhyaksa dengan inisiatif “Jaksa Mandiri Pangan”. Program ini dinilai sebagai model sinergi yang efektif dalam membangun desa mandiri yang produktif dan berdaya saing.

“Program ini menunjukkan bahwa dengan kerja sama yang baik, kita bisa menciptakan sistem pertanian yang berkelanjutan. Desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, bukan hanya sebagai objek pembangunan,” ujarnya.

Hidayat juga mengungkapkan bahwa program serupa sebelumnya telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Melalui Program Petani Sahabat Adhyaksa, produksi padi mampu mencapai sekitar 5,4 ton, yang kemudian didistribusikan kepada masyarakat melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Keberhasilan tersebut, lanjutnya, menjadi bukti bahwa model kolaborasi ini dapat diterapkan secara berkelanjutan dan bahkan diperluas ke wilayah lain di Bangka Belitung. Oleh karena itu, ia berencana mengoordinasikan seluruh kepala daerah di provinsi tersebut agar dapat mereplikasi program serupa di masing-masing wilayah.

“Kita akan memanggil seluruh bupati agar program ini bisa diterapkan di daerah masing-masing. Dengan begitu, manfaatnya akan semakin luas dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Dalam jangka panjang, Pemprov Babel berkomitmen menjadikan Program Petani Adhyaksa sebagai salah satu strategi utama dalam menjaga stabilitas pangan daerah. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga mampu mendorong kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Selain itu, Hidayat juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga semangat gotong royong dan terus berinovasi dalam mengembangkan sektor pertanian. Ia menilai, inovasi menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada, sekaligus meningkatkan daya saing produk pertanian lokal.

“Petani harus semakin sejahtera, produktivitas harus meningkat, dan desa harus menjadi motor penggerak ekonomi. Kita perlu terus memperkuat sinergi dan inovasi agar ketahanan pangan bisa terwujud secara berkelanjutan,” tambahnya.

Kegiatan penanaman padi ini ditandai dengan aksi simbolis oleh gubernur bersama unsur Forkopimda dan tamu undangan lainnya. Mereka turun langsung ke sawah, menanam bibit padi sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan yang sedang digalakkan.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Tengah, Abvianto Syaifulloh, menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kejaksaan, pemerintah daerah, serta dukungan dari sejumlah BUMN melalui program CSR. Salah satu bentuk dukungan tersebut datang dari perusahaan listrik negara yang membantu pengembangan kawasan desa.

Ia menambahkan bahwa Program Desa Adhyaksa tidak hanya berfokus pada aspek hukum, tetapi juga menyentuh sektor ekonomi dan sosial masyarakat, termasuk ketahanan pangan. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan desa mampu berkembang secara menyeluruh dan mandiri.

Melalui kegiatan ini, Desa Namang diharapkan dapat menjadi percontohan dalam pengembangan desa berbasis ketahanan pangan di Bangka Belitung. Dengan dukungan pemerintah dan sinergi lintas sektor, desa ini diharapkan mampu menjadi model dalam menciptakan sistem pertanian yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pemprov Babel optimistis bahwa upaya penguatan sektor pertanian melalui program-program kolaboratif seperti ini akan mampu menjawab tantangan ketahanan pangan di masa depan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Niza Yolanda/KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *