Heboh Perampokan Timah di Sungailiat, Tiga Anggota Polisi Dikabarkan Diperiksa

Perampokan Timah Bernilai Fantastis di Babel, Publik Curiga Ada Jaringan Besar di Baliknya

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Dugaan praktik mafia timah di Bangka Belitung kembali menjadi sorotan tajam publik setelah terungkapnya kasus perampokan ratusan balok timah di sebuah smelter kawasan Sungailiat, Kabupaten Bangka. Kasus bernilai miliaran rupiah itu kini semakin menghebohkan setelah muncul dugaan keterlibatan tiga oknum anggota Polda Kepulauan Bangka Belitung berinisial Id, Dnd, dan Alm. Kamis (21/5/2026)

Informasi yang beredar menyebutkan ketiga oknum tersebut telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan intensif terkait dugaan keterlibatan dalam aksi kriminal tersebut. Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai status hukum maupun peran masing-masing oknum dalam kasus tersebut.

banner 336x280

Peristiwa perampokan itu disebut terjadi di salah satu smelter timah di wilayah Sungailiat. Komplotan pelaku diduga berhasil membawa kabur ratusan balok timah hasil peleburan dengan nilai yang ditaksir mencapai miliaran rupiah. Dalam menjalankan aksinya, para pelaku disebut bertindak nekat dengan menyekap penjaga malam sebelum mengangkut balok-balok timah keluar dari lokasi.

Kasus ini sontak memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat. Banyak pihak menilai aksi pencurian dalam skala besar tersebut sulit dilakukan tanpa adanya pihak yang memahami sistem pengamanan, jalur distribusi, hingga aktivitas operasional di lingkungan smelter.

“Aksi sebesar ini pasti terorganisir. Sangat sulit dipercaya jika tidak ada dugaan keterlibatan orang dalam,” ujar salah seorang warga Sungailiat yang enggan disebutkan namanya.

Tidak lama setelah kejadian, aparat gabungan bergerak cepat melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan sejumlah terduga pelaku. Namun perhatian masyarakat justru tertuju pada kabar diamankannya tiga oknum anggota polisi yang diduga ikut terseret dalam pusaran kasus tersebut.

Jika dugaan keterlibatan aparat kepolisian terbukti benar, maka kasus ini dinilai bukan lagi sekadar tindak kriminal biasa. Perkara tersebut dapat menjadi gambaran serius mengenai lemahnya pengawasan internal di tengah maraknya dugaan praktik mafia timah yang selama ini menjadi persoalan laten di Bangka Belitung.

Sejumlah aktivis antikorupsi dan pengamat hukum mendesak agar proses hukum dilakukan secara terbuka dan profesional. Mereka meminta kepolisian tidak berhenti hanya pada pelaku lapangan, tetapi juga mengusut kemungkinan adanya aktor intelektual maupun jaringan besar di balik aksi perampokan tersebut.

“Publik ingin melihat keberanian aparat membongkar jaringan sampai ke akar-akarnya. Jangan hanya pelaku kecil yang diproses sementara pihak yang diduga membekingi justru lolos,” kata seorang aktivis masyarakat sipil di Pangkalpinang.

Masyarakat juga mendesak Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri turun langsung mengawasi jalannya pemeriksaan terhadap oknum anggota yang diduga terlibat. Langkah tersebut dianggap penting guna memastikan tidak ada upaya perlindungan internal maupun pengaburan fakta dalam penanganan perkara.

Kasus ini kembali memperlihatkan bahwa persoalan tata niaga timah ilegal di Bangka Belitung masih menjadi masalah serius. Selama bertahun-tahun, praktik penambangan ilegal hingga penyelundupan timah kerap dikaitkan dengan dugaan adanya jaringan kuat yang melibatkan berbagai pihak.

Kini publik menanti langkah tegas Polda Bangka Belitung dalam mengusut kasus tersebut secara transparan dan tanpa pandang bulu. Penanganan yang profesional dinilai menjadi ujian besar bagi institusi kepolisian dalam memulihkan kepercayaan masyarakat yang mulai tergerus akibat berbagai kasus yang menyeret nama aparat penegak hukum.

Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan dan pemeriksaan terhadap para terduga pelaku masih terus berlangsung. Masyarakat berharap aparat benar-benar serius membongkar dugaan praktik mafia timah yang selama ini dinilai merugikan daerah dan mencederai rasa keadilan di Negeri Serumpun Sebalai. (Alpat Kurniawan/KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *