Kejanggalan Baru Terungkap! Tong Berisi 1,4 Ton Timah Dibuka, Berat Berkurang dan Kualitas Dipertanyakan

Misteri Pembukaan Tong Timah di Pos Jelitik, CV BN Pertanyakan Siapa yang Punya Akses Kunci

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (SUNGAILIAT) – Kasus dugaan pembukaan tanpa izin tong atau kotak penyimpanan berisi sekitar 1,4 ton pasir timah milik CV BN di kawasan Pos Jelitik, Sungailiat, Kabupaten Bangka, terus bergulir dan memunculkan sejumlah kejanggalan baru. Selain adanya dugaan pembukaan wadah penyimpanan tanpa seizin pemilik, muncul pula temuan selisih berat pasir timah serta dugaan perubahan kualitas material yang tersimpan di dalamnya. Senin (15/6/2026)

Peristiwa yang terjadi pada Senin malam, 8 Juni 2026, itu kini menjadi perhatian berbagai pihak karena menyangkut keamanan barang bernilai tinggi yang berada dalam pengawasan di kawasan Air Kantung Muara Jelitik.

banner 336x280

Kasus tersebut mulai menemukan titik terang setelah seorang pria berinisial CP yang disebut-sebut terkait dengan pembukaan tong penyimpanan memberikan klarifikasi melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (13/6/2026).

Dalam keterangannya, CP tidak secara tegas membantah adanya aktivitas pembukaan tong yang menjadi persoalan. Namun ia menyampaikan bahwa tong besi yang digunakan sebagai wadah penyimpanan pasir timah tersebut merupakan bekas milik perusahaannya.

“Bapak mempertanyakan ini sebagai apa? Nanti kita sandingkan bapak dengan pengacara saya biar lebih jelas,” tulis CP dalam pesan yang diterima pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bangka.

CP juga menyatakan kesiapannya memberikan penjelasan lebih lanjut terkait persoalan tersebut. Ia mengaku menjabat sebagai direktur sebuah perusahaan sekaligus Sekretaris DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bangka.

“Waktu dan tempat boleh dijadwalkan, saya direktur CV sekaligus Sekjen DPC HNSI Bangka dan pengacara saya siap hadir,” tulisnya.

Meski demikian, klarifikasi tersebut belum menjawab sejumlah pertanyaan yang berkembang terkait dasar atau kewenangan pihak tertentu untuk membuka wadah penyimpanan yang saat ini berada dalam penguasaan CV BN.

Penanggung Jawab CV BN, Ahat, menegaskan bahwa tong besi yang digunakan untuk menyimpan pasir timah tersebut telah menjadi bagian dari aset operasional perusahaan. Menurutnya, seluruh sistem pengamanan yang melekat pada tong tersebut berada dalam kendali manajemen CV BN.

Ahat menjelaskan bahwa gembok yang digunakan untuk mengamankan tong dibeli menggunakan anggaran perusahaan. Selain itu, anak kunci asli juga berada dalam penguasaan pihak CV BN.

Karena itu, pihaknya mempertanyakan bagaimana gembok tersebut dapat dibuka oleh pihak lain tanpa sepengetahuan dan tanpa izin dari perusahaan.

Menurut Ahat, kejanggalan terbesar dalam kasus ini terletak pada kondisi fisik gembok yang tidak mengalami kerusakan sama sekali. Biasanya, apabila sebuah gembok dibuka secara paksa, akan ditemukan bekas congkelan, kerusakan pada badan gembok, atau tanda-tanda lainnya.

Namun dalam kasus ini, kondisi gembok disebut tetap utuh dan berfungsi normal.

“Kami heran karena gemboknya tidak rusak. Anak kunci asli ada pada kami, tetapi ternyata bisa dibuka oleh pihak lain,” ujarnya.

Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa saat proses pembukaan berlangsung, beberapa anak kunci dicoba satu per satu pada gembok tersebut. Setelah beberapa kali percobaan, salah satu kunci disebut berhasil membuka pengaman tong penyimpanan.

Temuan itu semakin memunculkan pertanyaan mengenai asal-usul kunci yang digunakan dan alasan dilakukan pembukaan terhadap wadah penyimpanan tersebut.

Peristiwa tersebut juga diketahui sempat menjadi perhatian petugas keamanan yang berjaga di kawasan Pos Jelitik. Berdasarkan informasi yang beredar, petugas keamanan sempat mempertanyakan aktivitas pembukaan tong dan meminta penjelasan mengenai legalitas pihak yang melakukan tindakan tersebut.

Namun hingga kini belum diketahui secara pasti hasil komunikasi yang terjadi saat peristiwa berlangsung maupun dasar hukum yang digunakan untuk melakukan pembukaan terhadap wadah penyimpanan tersebut.

Persoalan semakin berkembang setelah pihak CV BN melakukan penimbangan ulang terhadap pasir timah yang tersimpan di dalam tong tersebut.

Hasil penimbangan menunjukkan adanya selisih berat sekitar 9 kilogram dibandingkan data timbangan sebelumnya. Meskipun jumlah tersebut relatif kecil dibanding total berat pasir timah yang mencapai sekitar 1,4 ton, temuan itu tetap menjadi perhatian perusahaan karena menyangkut integritas barang yang disimpan.

Selain selisih berat, CV BN juga menduga telah terjadi perubahan kualitas pasir timah yang tersimpan di dalam tong tersebut.

Menurut Ahat, perusahaan memiliki kekhawatiran bahwa sebagian material berkualitas tinggi telah diganti dengan material berkadar lebih rendah yang dalam istilah lapangan kerap disebut sebagai “timah biru”.

“Saat ditimbang ulang ada sekitar 9 kilogram yang berkurang. Kami juga menduga kualitas timahnya sudah ditukar dengan kualitas yang lebih rendah atau yang biasa disebut timah biru,” kata Ahat.

Meski demikian, dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian lebih lanjut melalui proses pengujian laboratorium atau smelter assay untuk mengetahui kandungan dan kualitas pasir timah secara ilmiah.

CV BN mengaku memilih menempuh langkah sesuai prosedur dan menyerahkan proses pemeriksaan kepada pihak yang berwenang. Dugaan kasus tersebut juga telah disampaikan kepada Satgas Pengamanan di kawasan Air Kantung Muara Jelitik untuk ditindaklanjuti.

Perusahaan berharap seluruh rangkaian pemeriksaan dapat dilakukan secara profesional, objektif, dan transparan sehingga fakta yang sebenarnya dapat terungkap.

Ahat menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin berspekulasi sebelum hasil pemeriksaan resmi keluar. Namun, perusahaan berharap seluruh pihak yang mengetahui atau terlibat dalam peristiwa tersebut dapat memberikan keterangan secara terbuka demi memperjelas duduk perkara.

Hingga kini, kasus dugaan pembukaan tong pasir timah milik CV BN masih terus menjadi perhatian. Sejumlah kejanggalan yang muncul, mulai dari gembok yang dapat dibuka tanpa kunci asli, selisih berat material, hingga dugaan perubahan kualitas pasir timah, menjadi bagian penting yang diharapkan dapat terjawab melalui proses penyelidikan lebih lanjut. (Sumber : OkeyBung, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *