KBOBABEL.COM (BANGKA) – Kecelakaan kerja kembali terjadi di lokasi tambang timah ilegal di wilayah Kabupaten Bangka. Sebanyak enam orang pekerja dilaporkan tewas dan satu orang lainnya masih dalam pencarian akibat longsor di tambang ilegal yang berada di Desa Pemali, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Selasa (3/2/2026).
Peristiwa tragis tersebut terjadi di lokasi tambang ilegal milik seorang warga berinisial Ak, yang berada di dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk. Lokasi tambang tersebut dikenal warga setempat dengan sebutan Tambang Pondi.
Ketua Laskar Sekaban, M Achin, yang turut membantu proses evakuasi korban, mengatakan hingga Selasa pagi tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap satu korban yang diduga masih tertimbun material longsoran tanah.
“Masih dilakukan upaya pencarian satu korban lagi yang masih tertimbun,” kata Achin di lokasi kejadian.
Ia menjelaskan, longsor terjadi secara tiba-tiba saat para pekerja sedang melakukan aktivitas penambangan di dalam lubang tambang. Material tanah dalam jumlah besar runtuh dan menimbun para pekerja yang berada di bawah. Sebagian korban tidak sempat menyelamatkan diri.
Dari data sementara yang dihimpun, total terdapat 12 orang pekerja di lokasi tambang saat kejadian. Enam orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara lima lainnya berhasil selamat dengan luka ringan hingga sedang. Satu korban hingga kini masih belum ditemukan.
Diketahui, seluruh pekerja tambang tersebut merupakan warga asal Pandeglang, Provinsi Banten, yang bekerja sebagai penambang di lokasi tambang ilegal tersebut.
Sementara itu, pihak PT Timah Tbk melalui Divisi Humas menegaskan bahwa aktivitas penambangan tersebut merupakan kegiatan ilegal dan tidak memiliki izin resmi dari perusahaan. PT Timah menyatakan tidak terlibat dalam kegiatan penambangan ilegal di dalam wilayah IUP milik perusahaan.
“Kegiatan tersebut dilakukan secara ilegal dan berada di luar tanggung jawab PT Timah Tbk,” demikian pernyataan singkat dari pihak Humas PT Timah.
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian dan tim SAR gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan pencarian korban serta penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut. (Sumber : AYOBANGKA.COM, Editor : KBO Babel)
















