KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang terus memperkuat pemerataan akses pendidikan dengan memulai pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 5 Pangkalpinang di Kecamatan Gerunggang. Pembangunan sekolah tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin bersama Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna, Selasa (7/7/2026). Rabu (8/7/2026)
Pembangunan SMA Negeri 5 diharapkan menjadi solusi atas kebutuhan masyarakat di Kecamatan Gerunggang dan wilayah sekitarnya yang selama ini mengalami keterbatasan akses menuju sekolah menengah atas negeri akibat faktor jarak dan sistem zonasi.
Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin mengatakan, kehadiran SMA Negeri 5 merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan layanan pendidikan yang lebih merata bagi seluruh masyarakat.
Menurutnya, selama ini warga yang tinggal di kawasan Air Kepala Tujuh, Tuatunu, serta beberapa wilayah di Kecamatan Gerunggang harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mengakses SMA negeri yang berada di pusat kota, seperti SMA Negeri 1 maupun SMA Negeri 3 Pangkalpinang.
Kondisi tersebut kerap menjadi kendala, terutama sejak diterapkannya sistem penerimaan peserta didik berdasarkan domisili atau zonasi.
“Selama ini masyarakat di sekitar Air Kepala Tujuh dan Tuatunu cukup kesulitan karena jarak menuju SMA Negeri 1 maupun SMA Negeri 3 relatif jauh. Dengan hadirnya SMA Negeri 5 di Kecamatan Gerunggang, akses pendidikan masyarakat akan semakin dekat dan mudah,” ujar Saparudin.
Ia menuturkan, Kecamatan Gerunggang merupakan satu-satunya kecamatan di Kota Pangkalpinang yang hingga kini belum memiliki SMA negeri. Karena itu, pembangunan sekolah baru dinilai menjadi kebutuhan yang mendesak seiring bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya kebutuhan ruang belajar.
Saparudin menjelaskan, lahan yang digunakan untuk pembangunan SMA Negeri 5 merupakan aset milik Pemerintah Kota Pangkalpinang yang telah disiapkan sejak beberapa tahun lalu.
Menurutnya, kawasan tersebut memang telah dirancang sebagai kawasan pengembangan fasilitas publik, khususnya di sektor pendidikan.
“Lahan ini merupakan aset Pemerintah Kota. Awalnya sempat direncanakan menjadi lokasi pemakaman, kemudian diproyeksikan untuk pembangunan sekolah. Sejak awal kawasan ini memang dipersiapkan untuk mendukung pengembangan dunia pendidikan,” katanya.
Tak hanya membangun SMA Negeri 5, Pemkot Pangkalpinang juga telah menyiapkan rencana pengembangan kawasan pendidikan terpadu di lokasi yang sama.
Pada tahun 2027 mendatang, pemerintah berencana membangun SMP Negeri 12 Pangkalpinang yang lokasinya berada berdampingan dengan kompleks SMA Negeri 5.
Saparudin mengatakan, seluruh lahan yang telah disiapkan memiliki luas sekitar lima hektare. Kawasan tersebut nantinya akan dibagi untuk pembangunan SMA Negeri 5 beserta fasilitas pendukungnya, sekaligus pembangunan SMP Negeri 12.
“Setelah SMA Negeri 5 dibangun, tahun depan kita lanjutkan pembangunan SMP Negeri 12. Lahannya sudah tersedia dan saat ini proses perencanaannya sedang berjalan,” jelasnya.
Ia berharap keberadaan dua sekolah negeri tersebut dapat menjadi pusat pendidikan baru di wilayah Gerunggang sekaligus mengurangi kepadatan jumlah siswa di sekolah-sekolah negeri yang sudah ada.
Selain itu, pembangunan sekolah baru juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan sehingga masyarakat tidak lagi harus mengirim anak-anak mereka ke sekolah yang lokasinya jauh dari tempat tinggal.
Menurut Saparudin, pemerataan akses pendidikan merupakan salah satu prioritas pembangunan Pemerintah Kota Pangkalpinang. Karena itu, selain membangun sekolah baru, pemerintah juga terus berupaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di seluruh wilayah kota.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kita ingin memastikan seluruh anak-anak Pangkalpinang memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas tanpa terkendala jarak maupun keterbatasan fasilitas,” ujarnya.
Keberadaan SMA Negeri 5 juga diharapkan mampu mendukung pertumbuhan kawasan Gerunggang yang dalam beberapa tahun terakhir berkembang cukup pesat sebagai kawasan permukiman.
Dengan bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan terhadap fasilitas pendidikan juga terus meningkat. Karena itu, pembangunan sekolah dinilai menjadi langkah strategis untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat di masa mendatang.
Pemkot Pangkalpinang optimistis pembangunan SMA Negeri 5 dapat berjalan sesuai rencana sehingga segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Pemerintah juga berharap keberadaan sekolah baru tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan pemerataan layanan pendidikan di seluruh wilayah Kota Pangkalpinang, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan fasilitas pendidikan yang lebih dekat, layak, dan representatif bagi generasi muda. (M.Rizky Ramadhan/KBO Babel)
















