PERSI Babel Gelar Seminar Kesiapan Rumah Sakit Hadapi Perubahan Regulasi 2025
- account_circle sri rezeki
- calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
- visibility 30
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto : Hidayat Arsani SE Gubernur Kepulauan Bangka Belitung saat memberi sambutan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KBOBABEL.COM (Pangkalpinang) – Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah Kepulauan Bangka Belitung menggelar seminar bertajuk “Kesiapan Rumah Sakit di Bangka Belitung dalam Menghadapi Berbagai Macam Perubahan Regulasi di Tahun 2025”, Sabtu (13/9/2025).
Acara yang berlangsung di Ruang Pertemuan Mahligai Rumah Dinas Gubernur ini dihadiri sejumlah tokoh penting bidang kesehatan maupun pemerintahan.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, DR. (HC) Hidayat Arsani, SE, hadir sebagai keynote speaker. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya rumah sakit di daerah untuk beradaptasi dengan cepat terhadap regulasi baru yang dikeluarkan pemerintah pusat.
“Perubahan regulasi harus disikapi dengan kesiapan manajemen, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta penguatan pelayanan yang tetap berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Selain Gubernur, seminar ini juga menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten. Di antaranya dr. Ediansyah, MARS, MM, dan Fajarudin Sihombing, SE, MM dari Pengurus PERSI Pusat, Ketua PERSI Babel dr. M. Brizain, Sp.OG, Ketua MAKERSI Babel dr. Idul Fitri, Sp.OG, serta dr. Andri Nuruti, MARS. Diskusi dipandu oleh moderator dr. Yustinus Rutin Wirawan, Sp.B FINACs, MH.

Para narasumber membahas tantangan besar yang dihadapi rumah sakit, mulai dari penyesuaian standar akreditasi, transformasi digital, hingga kesiapan menghadapi sistem pembiayaan kesehatan nasional. Ketua PERSI Babel, dr. M. Brizain, Sp.OG, menegaskan bahwa kolaborasi antar-rumah sakit menjadi kunci untuk menyamakan langkah menghadapi perubahan.
Seminar ini diharapkan menjadi momentum penting bagi seluruh pengelola rumah sakit di Babel untuk memperkuat strategi pelayanan kesehatan. Dengan kolaborasi dan kesiapan menghadapi regulasi baru, rumah sakit diharapkan mampu menjaga kualitas layanan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat. (Sandy Batman/KBO Babel)
- Penulis: sri rezeki





Saat ini belum ada komentar