KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Persoalan krisis air bersih dan kondisi drainase menjadi keluhan utama masyarakat Kelurahan Air Itam dan Sinar Bulan, Kota Pangkalpinang. Aspirasi tersebut disampaikan langsung kepada Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dari Fraksi Gerindra, Hardi Efendi, saat menggelar kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun Sidang II Tahun 2026. Senin (14/9/2026)
Kegiatan reses berlangsung di Warung Kopi Mangkalok, Air Itam, Pangkalpinang, Minggu malam (13/9/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, khususnya kebutuhan dasar yang semakin mendesak di tengah kondisi musim kemarau yang berkepanjangan.
Ketersediaan air bersih menjadi salah satu persoalan yang paling banyak mendapat perhatian. Warga menyampaikan kebutuhan terhadap sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi keperluan sehari-hari, terutama untuk kebutuhan mandi dan aktivitas rumah tangga lainnya.
Kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang membuat persoalan ketersediaan air semakin dirasakan masyarakat. Warga berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret untuk memastikan kebutuhan air bersih tetap terpenuhi.
Selain air bersih, masyarakat juga menyampaikan persoalan terkait saluran air dan drainase. Perbaikan saluran dinilai penting agar sumber air yang masih tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih optimal serta aliran air dapat berjalan dengan baik.
Menanggapi aspirasi tersebut, Hardi Efendi menyatakan siap mengawal kebutuhan masyarakat. Ia menilai persoalan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus mendapatkan perhatian, terutama ketika masyarakat menghadapi kondisi kemarau.
“Keluh kesah daripada masyarakat terkait air mandi ya musim kemarau ini memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Insya Allah kita mencoba mendorong untuk dilakukan perbaikan saluran-saluran air agar semua masyarakat bisa menikmati, apalagi di musim kemarau ini untuk menikmati sungai-sungai yang masih bisa dimanfaatkan,” ujar Hardi.
Menurutnya, persoalan air bersih tidak cukup diselesaikan hanya dengan langkah jangka pendek. Pemerintah juga perlu memperhatikan infrastruktur pendukung berupa saluran air dan drainase sehingga sumber air yang masih tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Hardi menilai, kondisi saluran yang baik dapat membantu masyarakat dalam mengakses serta mengelola sumber air yang ada. Karena itu, aspirasi warga terkait perbaikan saluran air akan menjadi salah satu hal yang berusaha dikawal melalui fungsi DPRD.
Namun, Hardi juga mengingatkan bahwa upaya merealisasikan berbagai aspirasi masyarakat harus memperhatikan kondisi keuangan daerah. Ia menjelaskan, kemampuan fiskal Pemerintah Provinsi Babel saat ini mengalami penurunan sehingga ruang anggaran untuk pembangunan menjadi semakin terbatas.
“Terkait daripada anggaran kita, perlu bapak-bapak ketahui, Provinsi Bangka Belitung saat ini PAD-nya hanya Rp1,9 triliun, yang tadinya dari Rp3,6 triliun. Rp1,9 triliun itu sudah dihabiskan 50 persennya untuk gaji dan tunjangan pegawai, maka masih menyisakan sekitar Rp900 miliar lebih untuk pembangunan,” bebernya.
Kondisi fiskal tersebut, lanjut Hardi, turut memengaruhi pembahasan Pokok Pikiran (Pokir) DPRD. Aspirasi yang disampaikan masyarakat tidak seluruhnya dapat langsung direalisasikan karena harus melalui pembahasan serta disesuaikan dengan kemampuan anggaran dan skala prioritas pembangunan.
Ia mengakui proses pembahasan anggaran di DPRD berlangsung dinamis. Sejumlah usulan yang berasal dari aspirasi masyarakat dapat mengalami perubahan atau bahkan tidak masuk dalam penganggaran setelah melalui pembahasan bersama Badan Anggaran (Banggar).
“Terkadang di ruang rapat itu kita sering berdebat sama teman-teman yang ada di Banggar. Jadi yang sudah kita usul kadang-kadang dicoret teman-teman kita yang di Banggar. Nah, ribut itu kadang-kadang, Pak,” ungkapnya.
Meski demikian, Hardi menegaskan bahwa aspirasi yang datang langsung dari masyarakat memiliki nilai penting dalam menentukan arah pembangunan. Menurutnya, masyarakat merupakan pihak yang paling mengetahui persoalan dan kebutuhan yang terjadi di lingkungannya.
Ia menilai program pembangunan akan lebih tepat sasaran apabila disusun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Dengan demikian, anggaran pemerintah dapat diarahkan untuk menyelesaikan persoalan yang memang dirasakan dan dibutuhkan masyarakat.
“Menurut kami, apa yang menjadi aspirasi masyarakat dan keinginan masyarakat itu adalah yang terbaik di dalam bidang pembangunan. Kenapa? Karena dikala masyarakat mengajukan suatu kegiatan atau yang dibutuhkan, itu lebih baik daripada pemerintah menganggarkan sesuatu yang belum dibutuhkan,” katanya.
Hardi kembali mencontohkan persoalan saluran air yang disampaikan masyarakat Air Itam. Menurutnya, usulan tersebut merupakan kebutuhan konkret yang berkaitan langsung dengan kehidupan warga sehingga patut diperjuangkan dalam proses perencanaan pembangunan.
“Nah ini sebenarnya Pokir itu sangat baik menurut kami, tetapi apalah daya kadang-kadang ada beberapa yang dicoret teman-teman di eksekutif. Tapi apa yang diajukan soal saluran air tadi, insya Allah akan kami perjuangkan,” tegas Hardi.
Ia berharap aspirasi masyarakat Air Itam dan Sinar Bulan tidak berhenti sebagai catatan dalam kegiatan reses. Menurutnya, perlu ada tindak lanjut melalui koordinasi antara DPRD dan pemerintah daerah agar persoalan air bersih dan drainase dapat memperoleh solusi yang konkret.
Hardi juga berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kebutuhan air bersih sebagai salah satu persoalan prioritas, terutama jika kondisi kemarau kembali terjadi dalam waktu panjang. Penanganan yang lebih terencana dinilai penting agar masyarakat tidak terus menghadapi kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.
Melalui kegiatan reses tersebut, Hardi menegaskan komitmennya untuk terus menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat sesuai kewenangan DPRD. Ia berharap keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan untuk mengabaikan kebutuhan dasar masyarakat, melainkan menjadi tantangan bersama untuk menentukan program yang paling prioritas dan benar-benar memberikan manfaat bagi warga.
Aspirasi warga Air Itam dan Sinar Bulan terkait air bersih serta perbaikan saluran air selanjutnya diharapkan dapat menjadi bahan pembahasan dalam proses perencanaan pembangunan daerah, sehingga kebutuhan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara bertahap sesuai kemampuan fiskal pemerintah daerah. (Abdul Hamid/KBO Babel)

















