Ricky Gunawan Bongkar Kronologi, Sebut Fira Salah Libatkan Hidayat Arsani dalam Laporan Penipuan

Ricky Gunawan Bongkar Kronologi, Sebut Fira Salah Libatkan Hidayat Arsani dalam Laporan Penipuan

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (BANGKA BELITUNG) — Kisruh antara Fira Mustika Indah dan kontraktor Ricky Gunawan memanas setelah Fira melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan yang turut menyeret nama Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani. Namun, Ricky Gunawan dengan tegas membantah seluruh tuduhan yang mengaitkan perkara tersebut dengan Hidayat Arsani. Ia menegaskan bahwa persoalan yang dilaporkan Fira adalah murni urusan antara dirinya dan Fira sebagai suplier bahan material, bukan urusan gubernur. Rabu (10/12/2025)

Dalam konfirmasi melalui sambungan telepon, Ricky menegaskan bahwa tuduhan yang disampaikan Fira tidak relevan jika menyeret nama Hidayat Arsani. Menurutnya, hubungan kerja sama dalam pengadaan material untuk pembangunan apartemen milik Hidayat Arsani adalah sepenuhnya tanggung jawabnya selaku kontraktor.

banner 336x280

“Intinya, duduk perkaranya adalah urusan saya dengan dia (Fira). Tidak ada kaitannya dengan Pak Dayat, karena ini sebenarnya perdata antara dia dengan saya,” tegas Ricky Gunawan.

Ricky menilai bahwa pelaporan yang menyeret nama Hidayat Arsani berpotensi menimbulkan pencemaran nama baik. Ia menyatakan telah memperingatkan Fira sebelumnya agar tidak membawa nama gubernur dalam laporan tersebut karena tidak memiliki kaitan langsung.

“Saya sudah mengingatkan dia, kalau dia mau lapor, silakan. Tapi jangan bawa-bawa Panglima (Hidayat). Kalau dia tetap membawa nama Pak Dayat, itu laporan palsu dan pencemaran nama baik,” kata Ricky.

Menurut Ricky, urusan pembayaran material, bon, dan pengambilan barang hanya melibatkan dirinya sebagai pemborong. Ia bahkan mengungkap bahwa sebagian tagihan yang diajukan Fira tidak valid karena terdapat bon milik pihak lain yang ditagihkan kepadanya. Ia menyebut sudah menunjukkan bukti tersebut dalam proses pemeriksaan sebelumnya di Polda.

Selain masalah bon, Ricky menyebut ada barang-barang miliknya yang dititipkan kepada Fira namun hilang. Hal ini menjadi poin lain dalam sengketa perdata antara keduanya. Ia mengungkap bahwa Fira sudah mengakui kehilangan barang-barang tersebut saat mereka bertemu untuk membicarakan penyelesaian masalah.

“Dia mengakui barang-barang saya yang dititipkan di tokonya hilang. Ada tanda terima barangnya, dan ini nanti akan saya bawa sebagai bukti,” jelas Ricky.

Ricky menegaskan kembali bahwa dalam proyek pembangunan apartemen tersebut, ia memiliki perjanjian pemborongan dengan Hidayat Arsani. Sementara itu, hubungan antara dirinya dan Fira adalah urusan kontraktor dengan pemasok bahan bangunan, bukan dengan pemilik proyek.

“Tidak ada sama sekali kaitannya dengan Pak Hidayat Arsani. Ini murni antara saya dengan dia (Fira). Saya pemborong, Pak Hidayat pemilik bangunan. Dia suplier bahan. Jadi harusnya simpel, jangan dikait-kaitkan ke Pak Dayat,” tuturnya.


Fira Mustika Indah Laporkan Dugaan Penipuan dan Penggelapan

Sebelumnya, Fira Mustika Indah (69), warga Pangkalpinang, mendatangi gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Babel pada Selasa (9/12/2025) malam. Ia melaporkan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang disebut melibatkan Hidayat Arsani, Ricky Gunawan, serta dua orang lainnya, yakni Rio dan Asiong.

Penasihat hukum Fira, Irva Risti Widiatari, menjelaskan bahwa laporan tersebut dilayangkan terkait pengambilan bahan material sejak tahun 2015 hingga 2019 yang menurut mereka belum sepenuhnya dibayarkan. Total nilai material mencapai sekitar Rp4 miliar, dan menurut Irva, masih terdapat sisa hutang sebesar Rp825 juta lebih yang belum diselesaikan.

“Pengambilan material dilakukan berulang kali. Totalnya sekitar Rp4 miliar. Sudah dibayar Rp3,1 miliar, dan sisanya masih ada sekitar Rp825 juta yang belum dibayarkan,” ujarnya.

Irva menjelaskan bahwa pembayaran dilakukan dengan menggunakan delapan lembar cek. Namun, hanya dua yang dapat dicairkan, sementara enam lainnya gagal karena saldo tidak mencukupi.

Fira melalui kuasa hukumnya juga mengaku sudah melakukan penagihan langsung kepada Hidayat Arsani, namun menurut mereka belum ada itikad baik dari pihak terlapor.

“Klien kami sempat menagih kepada Pak Hidayat. Namun beliau mengatakan akan membayar ketika terpilih sebagai Gubernur Babel,” kata Irva.

Menurutnya, selain tagihan yang belum diselesaikan, terdapat pula pengambilan material tambahan pada periode 2018–2019 dengan total sekitar Rp38 juta yang juga belum dibayarkan.

Irva menegaskan bahwa pelaporan ini dilakukan karena semua upaya persuasif, termasuk somasi hukum, tidak membuahkan hasil. Bahkan, menurutnya, Fira justru mendapatkan ancaman akan dilaporkan balik oleh pihak terlapor.


Dua Versi Cerita yang Berbeda

Kedua belah pihak kini menyampaikan versi masing-masing. Ricky mengklaim ada kekeliruan dalam penagihan dan tuduhan yang diarahkan kepadanya. Ia mengaku memiliki bukti bahwa sebagian bon yang ditagihkan bukan miliknya.

Di sisi lain, Fira melalui penasihat hukumnya menyatakan bahwa seluruh material yang diambil adalah untuk proyek pembangunan apartemen Hidayat Arsani, dan selama bertahun-tahun pembayaran tidak pernah diselesaikan sepenuhnya.

Hingga kini, pihak Hidayat Arsani sendiri belum memberikan tanggapan langsung atas laporan yang menyeret namanya. Konfirmasi masih terus diupayakan oleh media.


Proses Hukum Berlanjut

Kasus ini kini memasuki ranah kepolisian setelah laporan resmi diterima SPKT Polda Babel. Dengan dua pihak yang saling mengklaim kebenaran, pembuktian akan menjadi kunci untuk mengungkap duduk perkara sebenarnya—apakah benar terjadi tindak pidana, atau sengketa ini murni bersifat perdata seperti yang dinyatakan Ricky.

Pihak kepolisian dalam waktu dekat akan menjadwalkan pemeriksaan lanjutan terhadap para pihak untuk mengumpulkan bukti dan keterangan tambahan.

Sementara itu, publik menunggu perkembangan terbaru untuk mengetahui apakah kasus ini akan masuk ke proses pidana atau kembali diarahkan sebagai sengketa perdata antara kontraktor dan pemasok. (Sumber : Bangkapos, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed