Wali Kota Pangkalpinang Dorong Durian Cumasi Jadi Ikon Nasional, Bazar 2026 Diserbu Masyarakat

Tak Sekadar Jual Durian, Bazar Cumasi 2026 Angkat UMKM dan Perkuat Branding Bangka Belitung

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Antusiasme masyarakat mewarnai pembukaan Bazar Cumasi Durian Bangka Belitung Tahun 2026 yang digelar di Gedung Destar Point, Pangkalpinang, Minggu (5/7/2026). Ratusan pengunjung memadati lokasi sejak sore hingga malam hari untuk menikmati sekaligus berburu Durian Cumasi, varietas lokal khas Bangka Belitung yang kini mulai mendapat pengakuan secara nasional. Senin (6/7/2026)

Bazar yang diselenggarakan Pemerintah Kota Pangkalpinang itu tidak hanya menjadi ajang penjualan durian, tetapi juga menjadi momentum memperkenalkan potensi komoditas unggulan daerah kepada masyarakat luas. Selain menikmati berbagai jenis durian, pengunjung juga disuguhkan hiburan dari artis nasional asal Bangka Belitung, pemenang Kontes Dangdut Indonesia (KDI), Yendri Hudami, yang semakin menambah semarak suasana.

banner 336x280

Pembukaan bazar dilakukan langsung oleh Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, didampingi Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna, Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang Susanti Saparudin, Penjabat Sekretaris Daerah, jajaran pejabat eselon II, Direktur RSUD Depati Hamzah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para camat se-Kota Pangkalpinang, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam sambutannya, Prof. Saparudin atau yang akrab disapa Prof. Udin menegaskan bahwa penyelenggaraan Bazar Cumasi merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam membangun identitas sekaligus memperkuat branding Durian Cumasi sebagai varietas unggulan khas Bangka Belitung.

Menurutnya, Durian Cumasi memiliki cita rasa yang khas, tekstur daging yang lembut, serta aroma yang kuat sehingga memiliki daya saing dengan berbagai varietas durian yang telah lebih dahulu dikenal masyarakat Indonesia.

“Tujuan kita agar nama Durian Cumasi dikenal masyarakat luas, tidak hanya di Pangkalpinang atau Bangka Belitung, tetapi juga di seluruh Indonesia. Rasanya khas dan sangat enak. Kita ingin masyarakat Indonesia mengenal Durian Cumasi sebagaimana mereka mengenal durian dari negara tetangga,” ujar Prof. Udin.

Ia menjelaskan, Durian Cumasi merupakan varietas lokal yang tumbuh di kebun-kebun milik masyarakat Bangka Belitung dan memiliki karakteristik berbeda dibandingkan jenis durian lainnya. Potensi tersebut dinilai layak dikembangkan menjadi komoditas unggulan daerah yang mampu meningkatkan nilai ekonomi para petani.

Prof. Udin mengungkapkan bahwa pemasaran Durian Cumasi kini mulai berkembang ke berbagai daerah di Indonesia. Seiring meningkatnya produksi saat musim panen, durian khas Bangka Belitung tersebut telah dipasarkan ke sejumlah kota besar.

Bahkan, kata dia, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung turut memperkenalkan Durian Cumasi hingga ke Yogyakarta sebagai bagian dari promosi produk unggulan daerah. Selain itu, para pedagang juga mulai mengirimkan durian tersebut ke Jakarta dan Bandung untuk memenuhi permintaan konsumen.

Perluasan pasar tersebut menunjukkan bahwa Durian Cumasi memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu komoditas hortikultura unggulan yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Selain menjadi pusat penjualan berbagai jenis durian segar, Bazar Cumasi juga menghadirkan puluhan pelaku UMKM yang menawarkan beragam produk olahan berbahan dasar durian.

Pengunjung dapat menemukan berbagai produk seperti lempok durian, dodol durian, pancake durian, es krim durian, kopi durian, hingga aneka makanan dan minuman kreatif yang memanfaatkan buah durian sebagai bahan utama.

Keikutsertaan UMKM menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam memperluas manfaat ekonomi dari penyelenggaraan bazar. Tidak hanya petani durian yang memperoleh keuntungan, tetapi juga pelaku usaha kecil yang mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah.

“Kita kumpulkan para pedagang durian di sini. Tidak hanya menjual Durian Cumasi, tetapi juga berbagai jenis durian lainnya serta produk UMKM berbahan baku durian. Harapan kita kegiatan ini memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Pangkalpinang,” kata Prof. Udin.

Ia menambahkan, sektor UMKM memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi daerah. Karena itu, pemerintah terus berupaya menciptakan ruang promosi dan pemasaran yang lebih luas bagi para pelaku usaha lokal.

Menurutnya, keberadaan bazar seperti ini tidak hanya meningkatkan transaksi ekonomi selama kegiatan berlangsung, tetapi juga membuka peluang kerja sama bisnis antara petani, pelaku UMKM, distributor, hingga konsumen dari luar daerah.

Pemerintah Kota Pangkalpinang pun berkomitmen menjadikan Bazar Cumasi sebagai agenda rutin yang digelar setiap musim durian tiba. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas Bangka Belitung sebagai salah satu sentra penghasil durian berkualitas di Indonesia.

Melalui penyelenggaraan yang berkelanjutan, pemerintah berharap nama Durian Cumasi semakin dikenal masyarakat nasional, bahkan mampu menembus pasar yang lebih luas di masa mendatang.

Selain memperkuat promosi melalui berbagai kegiatan, pemerintah juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk media massa, untuk ikut memperkenalkan Durian Cumasi kepada masyarakat Indonesia.

“Kami berharap teman-teman media membantu memperkenalkan Durian Cumasi ke seluruh penjuru negeri, sehingga Bangka Belitung semakin dikenal sebagai daerah penghasil durian berkualitas,” pungkas Prof. Udin.

Bazar Cumasi 2026 menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam mengembangkan potensi pertanian lokal berbasis komoditas unggulan. Melalui kolaborasi antara pemerintah, petani, pelaku UMKM, dan masyarakat, Durian Cumasi diharapkan mampu menjadi ikon baru Bangka Belitung yang tidak hanya membanggakan daerah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. (Adinda Putri Nabiilah, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *