KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Kehadiran Restoran Lempah dan Seafood Ketapang di kawasan Ketapang, Kota Pangkalpinang, diharapkan mampu memberikan warna baru bagi perkembangan sektor pariwisata, khususnya wisata kuliner di Ibu Kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selasa (28/7/2026)
Restoran yang menyajikan beragam kuliner khas Bangka Belitung tersebut resmi diperkenalkan kepada masyarakat dan diharapkan tidak hanya menjadi tempat makan, tetapi juga berkembang sebagai salah satu destinasi kuliner yang dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Pangkalpinang.
Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, menyampaikan dukungannya terhadap kehadiran usaha kuliner tersebut saat menghadiri acara peresmian Restoran Lempah dan Seafood Ketapang, Sabtu (25/7/2026).
Menurut Saparudin, perkembangan sektor usaha dan investasi di bidang kuliner memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Terlebih, usaha tersebut mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.
“Kami dari Pemerintah Kota Pangkalpinang tentu mendukung upaya seperti ini karena dapat meningkatkan sektor pariwisata di Kota Pangkalpinang. Selain itu, usaha ini juga menyerap tenaga kerja, bahkan sekitar 60 orang direkrut dari masyarakat Pangkalpinang,” ujar Saparudin.
Ia menilai, kehadiran restoran dengan konsep yang mengangkat kuliner khas daerah dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas Pangkalpinang sebagai salah satu tujuan wisata kuliner di Bangka Belitung.
Menurutnya, kuliner tidak hanya berkaitan dengan aktivitas makan dan minum, tetapi juga menjadi bagian penting dari sektor pariwisata. Wisatawan yang datang ke suatu daerah biasanya turut mencari pengalaman kuliner yang menjadi ciri khas wilayah tersebut.
Karena itu, Saparudin berharap pelaku usaha kuliner di Pangkalpinang dapat terus menghadirkan produk yang berkualitas sekaligus mempertahankan cita rasa khas daerah.
Ia mengatakan, semakin berkembangnya usaha kuliner di Kota Pangkalpinang akan memberikan dampak berantai terhadap sektor ekonomi lainnya. Peningkatan kunjungan masyarakat dan wisatawan ke pusat-pusat kuliner diyakini dapat mendorong pertumbuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), meningkatkan aktivitas perdagangan, serta membuka peluang kerja baru.
“Kalau sektor kuliner berkembang, tentu dampaknya juga akan dirasakan oleh sektor lain. Mulai dari pelaku UMKM, tenaga kerja, hingga usaha pendukung lainnya. Ini yang harus kita dorong bersama,” katanya.
Selain memberikan dukungan terhadap investasi dan pembukaan lapangan kerja, Pemerintah Kota Pangkalpinang juga memberikan masa relaksasi bagi restoran yang baru memulai kegiatan usahanya sebelum dikenakan kewajiban pajak restoran.
Saparudin menjelaskan, pemerintah daerah tidak langsung menarik pajak restoran sejak awal operasional. Pelaku usaha diberikan waktu sekitar enam bulan untuk menjalankan dan mengembangkan bisnisnya.
“Kita tidak langsung memungut pajak. Kita berikan waktu sekitar enam bulan, nanti baru mulai dikenakan pajak restoran sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Setelah masa relaksasi tersebut berakhir, restoran akan dikenakan pajak restoran sebesar 10 persen sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk menata dan mengembangkan bisnis sebelum mulai memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Saparudin berharap pengelola Restoran Lempah dan Seafood Ketapang dapat menjaga kualitas pelayanan dan makanan sehingga mampu mempertahankan kepercayaan pelanggan.
Ia juga berharap restoran tersebut dapat menjadi salah satu pilihan wisata kuliner bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Pangkalpinang.
“Kami ingin Pangkalpinang semakin dikenal melalui potensi wisata kulinernya. Semoga kehadiran Lempah dan Seafood Ketapang dapat menjadi salah satu ikon kuliner yang membanggakan, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tutupnya.
Dengan semakin banyaknya usaha kuliner yang mengangkat makanan khas daerah, Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap sektor pariwisata kuliner dapat terus tumbuh dan menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah. Kehadiran restoran baru juga diharapkan mampu memperkuat posisi Pangkalpinang sebagai kota yang memiliki daya tarik wisata kuliner sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan peluang ekonomi dan lapangan pekerjaan. (Rere Ali Amin/KBO Babel)
















