KBOBABEL.COM (BANGKA TENGAH) – Pemerintah terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting melalui sinergi lintas sektor hingga menyentuh langsung masyarakat. Komitmen tersebut terlihat dalam kunjungan kerja Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia ke Desa Tanjung Gunung, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Rabu (5/8/2026). Kamis (6/8/2026)
Dalam kunjungan tersebut, Menteri BKKBN didampingi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani beserta jajaran Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk meninjau langsung kondisi keluarga yang masuk kategori Keluarga Risiko Stunting (KRS), sekaligus memastikan berbagai program bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah konkret pemerintah dalam mengintegrasikan program penanganan stunting dengan peningkatan kualitas hunian masyarakat melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Dalam agenda tersebut, rombongan mengunjungi dua keluarga penerima manfaat, yakni keluarga Bapak Hasmid dan Ibu Pitriani serta keluarga Bapak Hasri dan Ibu Novita Sari di Desa Tanjung Gunung.
Kunjungan lapangan tersebut dikoordinasikan oleh BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3ACSKB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah.
Turut mendampingi Gubernur Hidayat Arsani dalam kegiatan itu antara lain Kepala Bappeda Provinsi Babel, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala DP3ACSKB, Plt Kepala Biro Umum, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Hidayat Arsani menegaskan bahwa pemerintah daerah ingin memastikan seluruh program penanganan stunting tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan pangan bergizi, tetapi juga menyentuh berbagai faktor yang memengaruhi kualitas hidup masyarakat.
Menurutnya, persoalan stunting tidak dapat diselesaikan hanya melalui intervensi kesehatan, melainkan harus dibarengi dengan perbaikan lingkungan tempat tinggal, sanitasi, pola asuh, serta peningkatan kesejahteraan keluarga.
“Penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan semata, melainkan butuh pendekatan yang menyeluruh dan terpadu dari berbagai aspek, termasuk pemenuhan sanitasi serta rumah tinggal yang layak. Kehadiran Bapak Menteri di Desa Tanjung Gunung hari ini menjadi suntikan semangat bagi Pemprov Babel dan Pemkab Bangka Tengah untuk terus memperkuat Gerakan Orang Tua Asuh,” ujar Hidayat Arsani.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam mempercepat penurunan angka stunting di Bangka Belitung.
Selaras dengan RPJMD Babel Berdaya 2029
Gubernur menjelaskan bahwa program penanganan stunting yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari implementasi visi RPJMD Babel Berdaya 2029, yaitu mewujudkan Kepulauan Bangka Belitung yang berdaya saing, berbudaya, mandiri, dan sejahtera.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah yang harus diwujudkan melalui berbagai program nyata.
Intervensi terhadap keluarga berisiko stunting, peningkatan kualitas rumah tinggal, hingga pendampingan kesehatan merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan produktif.
Selain meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, program tersebut juga diarahkan untuk menekan angka kemiskinan dan mengurangi kesenjangan sosial di Bangka Belitung.
Bantuan Gizi dan Perbaikan Rumah
Dalam kunjungan tersebut, rombongan menyerahkan berbagai bantuan kepada keluarga penerima manfaat.
Bantuan yang diberikan meliputi paket makanan bergizi bagi anak-anak yang berisiko mengalami stunting, pendampingan kesehatan oleh tenaga medis, hingga memastikan proses perbaikan rumah layak huni berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.
Program Rutilahu diharapkan mampu menghadirkan lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat sehingga dapat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Sementara melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), pemerintah berharap kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi secara berkelanjutan melalui keterlibatan berbagai pihak.
Warga Sampaikan Rasa Syukur
Kunjungan tersebut disambut haru oleh para penerima manfaat.
Salah seorang warga, Pitriani, mengaku bersyukur keluarganya mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Menurutnya, bantuan yang diterima sangat berarti bagi keluarganya, terutama dalam memenuhi kebutuhan gizi anak serta memperbaiki kondisi rumah yang selama ini belum layak dihuni.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kunjungan serta perhatian dari Bapak Menteri dan Bapak Gubernur. Bantuan perbaikan rumah dan bantuan gizi untuk anak kami ini sangat berarti. Kami berharap anak kami bisa tumbuh sehat dan keluarga kami dapat tinggal di rumah yang lebih layak dan nyaman,” ungkap Pitriani.
Komitmen Bebas Stunting
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menegaskan akan terus memperkuat program pendampingan kepada keluarga berisiko stunting melalui sinergi lintas sektor.
Pendampingan tidak hanya difokuskan pada pemberian bantuan sesaat, tetapi juga melalui edukasi kesehatan, peningkatan sanitasi, perbaikan rumah, serta pemberdayaan ekonomi keluarga agar masyarakat mampu hidup lebih mandiri.
Melalui kunjungan kerja Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI di Bangka Belitung, pemerintah berharap semangat kolaborasi dalam percepatan penurunan stunting semakin kuat.
Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung optimistis target mewujudkan masyarakat yang sehat, berkualitas, mandiri, dan bebas stunting dapat tercapai, sejalan dengan visi pembangunan daerah menuju Babel Berdaya 2029. (M.Rizky Ramadhan/KBO Babel)

















