Pemprov Babel Tegaskan Komitmen Turunkan Stunting, Targetkan Prevalensi 18,3 Persen di 2025

Rakor Stunting Babel 2025: Desa dan Kabupaten Berprestasi Terima Penghargaan, Sinergi Lintas Sektor Diperkuat

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kembali menegaskan komitmennya dalam menurunkan angka stunting, sebuah persoalan kesehatan masyarakat yang hingga kini masih menjadi tantangan nasional. Mewakili Gubernur Babel Hidayat Arsani, Asisten Bidang Pemerintahan Setda Pemprov Babel, Tarmin AB, menyampaikan pentingnya memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mencapai target penurunan prevalensi stunting sesuai amanat pemerintah pusat. Jumat (21/11/2025)

Hal itu disampaikan Tarmin saat membuka Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Provinsi Babel yang digelar di Hotel Aston Pangkalpinang, Kamis (20/11/2025). Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pemerintah pusat menargetkan penurunan prevalensi stunting secara nasional hingga 18,8 persen. Sementara itu, Provinsi Babel memasang target sedikit lebih tinggi, yakni 18,3 persen.

banner 336x280

“Kita memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan target penurunan prevalensi stunting tersebut dapat dicapai dengan baik,” tegas Tarmin di hadapan peserta rakor yang terdiri dari perwakilan OPD, pemerintah kabupaten/kota, BKKBN, serta pemangku kepentingan lainnya.

Menurut Tarmin, penanganan stunting bukan hanya soal menyediakan makanan bergizi, tetapi juga memastikan seluruh aspek pendukung kesehatan keluarga berjalan optimal. Mulai dari perbaikan sanitasi, edukasi kesehatan reproduksi, layanan pemeriksaan ibu hamil, hingga pendampingan keluarga yang berisiko stunting. Karena itu, ia mengajak seluruh mitra kerja untuk meningkatkan sinergi, memperkuat program, dan menghadirkan inovasi yang benar-benar menyentuh masyarakat.

“Ini harus menjadi perhatian kita semua, agar generasi mendatang tidak kehilangan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal,” tambahnya.

Penghargaan untuk Daerah dan Desa Berprestasi

Dalam rangkaian kegiatan rakor tersebut, pemerintah provinsi juga memberikan sejumlah penghargaan kepada desa, kelurahan, dan kabupaten/kota yang dinilai berhasil mengelola program pembangunan keluarga dan penurunan stunting sepanjang tahun 2025.

Dalam kategori Pengelolaan Kampung Keluarga Berkualitas Tahun 2025, tiga wilayah menerima pengakuan sebagai terbaik:

  1. Desa Melabun, Kecamatan Sungaiselan, Bangka Tengah (Terbaik I)

  2. Desa Penyamun, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka (Terbaik II)

  3. Kelurahan Jerambah Gantung, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang (Terbaik III)

Selanjutnya, penghargaan kategori perangkat daerah kabupaten/kota dalam mendukung program Bangga Kencana 2025 juga diberikan kepada:

  1. Kabupaten Bangka Selatan (Terbaik I)

  2. Kabupaten Bangka Tengah (Terbaik II)

  3. Kabupaten Belitung Timur (Terbaik III)

Penghargaan tambahan lainnya mencakup sejumlah kategori pendukung di bidang keluarga berencana, pendampingan keluarga, serta pencapaian penurunan stunting. Di antaranya:

  • Pelayanan KB MOP Terbaik: Kota Pangkalpinang

  • Indeks Pembangunan Keluarga Terbaik: Kabupaten Belitung

  • Pelaksanaan Tim Pendamping Keluarga Terbaik: Kabupaten Bangka

  • Penurunan Prevalensi Stunting Terbaik dalam Empat Tahun Terakhir: Kabupaten Bangka Barat

Sementara untuk dua kategori kinerja penurunan stunting Tahun 2024, penghargaan diraih oleh Kabupaten Bangka Selatan, Kabupaten Bangka, dan Kabupaten Belitung Timur. Adapun untuk capaian tahun 2025, penghargaan diberikan kepada Kabupaten Belitung, Kota Pangkalpinang, dan Kabupaten Bangka.

Penandatanganan Nota Kesepakatan untuk Percepatan Pencegahan Stunting

Sebagai wujud komitmen bersama, kegiatan rakor juga dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepakatan antara BKKBN Perwakilan Provinsi Babel dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kesepakatan tersebut mencakup kerja sama dalam pelaksanaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (KKB) serta percepatan pencegahan dan penurunan stunting di seluruh wilayah Babel.

Kepala DP3ACSKB Provinsi Babel, Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd, menyampaikan harapan besar agar seluruh kebijakan yang telah disusun bisa berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kegiatan ini bertujuan memastikan program-program penurunan stunting berjalan secara efektif. Kita berupaya memperkuat kerja sama dan komitmen bersama menciptakan generasi cerdas dan berdaya saing,” ujarnya.

Asyraf menekankan pentingnya meningkatkan kualitas pendampingan keluarga serta memperkuat edukasi di tingkat desa dan kelurahan agar pencegahan stunting dapat dilakukan sejak dini. Menurutnya, program-program yang dicanangkan tidak hanya fokus pada intervensi langsung kepada anak, tetapi juga mencakup peningkatan kapasitas keluarga sebagai unit terkecil yang berperan penting dalam tumbuh kembang anak.

Pemprov Harapkan Akselerasi Program di Tahun 2026

Pemprov Babel menargetkan pada tahun 2026, seluruh daerah kabupaten/kota mampu menunjukkan penurunan prevalensi stunting yang lebih signifikan. Hal ini sejalan dengan arahan nasional untuk mencapai generasi emas 2045.

Tarmin berharap agar rakor ini tidak hanya menjadi kegiatan formal, tetapi menjadi momentum memperkuat implementasi program secara menyeluruh.

“Kolaborasi, inovasi, dan komitmen merupakan kunci utama percepatan penurunan stunting,” tegasnya menutup sambutan.

Rakor yang berlangsung selama satu hari ini diharapkan menghasilkan langkah konkret, mulai dari peningkatan koordinasi lintas sektor hingga monitoring berkala terhadap program di tingkat desa. Pemerintah provinsi menegaskan bahwa stunting adalah isu yang harus ditangani secara komprehensif agar masa depan generasi Bangka Belitung dapat terjamin dengan baik. (KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *