Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Survei LKOD: Elektabilitas Paslon Udin–Dessy Masih Teratas, MERDEKA Terus Mendekat

Survei LKOD: Elektabilitas Paslon Udin–Dessy Masih Teratas, MERDEKA Terus Mendekat

  • account_circle putri utami
  • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
  • visibility 138
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Lembaga Kajian Otonomi Daerah (LKOD) merilis hasil survei terbaru terkait elektabilitas pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang menjelang Pilkada Ulang pada 27 Agustus 2025. Survei ini dilakukan pada 5–10 Agustus 2025 terhadap 1.200 responden di seluruh kecamatan, menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error ±2,9% dan tingkat kepercayaan 95%. Senin (18/8/2025)

Dalam hasil survei, pasangan Udin–Dessy menempati posisi teratas dengan elektabilitas sebesar 31,2 persen. Pasangan Eka Mulya Putra – Radmida Dawam (MERDEKA) jalur independen menyusul dengan 28,7 persen, sedangkan pasangan Maulan Aklil – Zeki (Molen) berada di angka 23,5 persen. Sementara itu, Basit Sucipto yang maju sebagai cawako berpasangan dengan Ustad Dede Purnama (Berbenah) mencatat elektabilitas 9,6 persen. Adapun responden yang memilih tidak tahu atau tidak menjawab mencapai 7,0 persen.

Meski masih unggul, posisi Udin–Dessy dinilai mulai goyah. Dalam analisis tren yang dirilis LKOD, disebutkan bahwa “Udin–Dessy masih memimpin, namun terlihat ada indikasi pergerakan turun. Sejumlah pemilih di akar rumput mulai meragukan soliditas tim, sehingga posisinya mulai rawan.”

Sementara itu, pasangan MERDEKA jalur independen yang diusung Eka Mulya Putra – Radmida Dawam justru menunjukkan tren positif. Elektabilitas mereka meningkat signifikan dalam dua pekan terakhir.

“MERDEKA (Eka Mulya Putra – Radmida Dawam) menunjukkan tren kenaikan paling tajam. Dukungan tambahan datang dari berbagai komunitas dan kelompok masyarakat di kecamatan, yang terbangun melalui kegiatan-kegiatan kreatif, gotong royong, serta kedekatan personal kedua kandidat dengan warga,” jelas analisis LKOD.

Adapun pasangan Maulan Aklil – Zeki (Molen) justru mengalami penurunan elektabilitas. Menurut LKOD, penyebab utamanya adalah faktor pemilihan wakil yang kurang menguntungkan secara elektoral serta melemahnya dukungan partai besar.

“Maulan Aklil – Zeki (Molen) mengalami penurunan cukup signifikan. Faktor utama adalah pilihan wakil yang dinilai kurang menguntungkan secara elektoral, ditambah kurangnya dukungan penuh dari partai besar pendukung seperti Gerindra, sehingga Molen terlihat berjuang sendirian di lapangan.”

Basit Sucipto sebagai pendatang baru dalam kontestasi politik Pangkalpinang juga belum mampu mendongkrak popularitasnya. Meski dikenal sebagai seorang pengusaha, elektabilitasnya dinilai masih tertinggal.

“Basit Sucipto sebagai pendatang baru masih tertinggal. Meskipun dikenal sebagai pengusaha, namun popularitas politiknya belum cukup menjangkau luas, sehingga elektabilitasnya belum banyak bergerak.”

Direktur Eksekutif LKOD menegaskan bahwa hasil survei ini menunjukkan persaingan menuju kursi Wali Kota Pangkalpinang masih sangat terbuka.

Dengan selisih tipis antara Udin–Dessy dan MERDEKA, dinamika lapangan pada masa kampanye terakhir akan sangat menentukan.

Dengan demikian, hasil survei ini memperlihatkan bahwa pertarungan politik di Pilkada Pangkalpinang 2025 semakin sengit.

Udin–Dessy masih memimpin, tetapi tren kenaikan Paslon MERDEKA dapat mengubah peta kekuatan secara signifikan.

Sementara itu, posisi Molen yang terus menurun serta stagnannya, elektabilitas Basit Sucipto pun belum  menunjukkan peningkatan, bahwa dua pasangan tersebut harus bekerja lebih keras jika ingin memperbaiki posisi sebelum hari pemungutan suara. (Sumber: Survei LKOD, Editor: KBO Babel)

  • Penulis: putri utami

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bobol Rumah hingga Sekolah, Dua Pelaku Curat di Bangka Ditangkap di Gunung Pelawan

    Bobol Rumah hingga Sekolah, Dua Pelaku Curat di Bangka Ditangkap di Gunung Pelawan

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (SUNGAILIAT) – Tim Opsnal Kelambit Satreskrim Polres Bangka bersama Unit Reskrim Polsek Belinyu berhasil mengungkap serangkaian kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang meresahkan masyarakat di wilayah Sungailiat dan Belinyu. Jum’at (26/6/2026) Dua pelaku yang diduga terlibat dalam sejumlah aksi pembobolan rumah, sekolah hingga pencurian kendaraan bermotor berhasil diamankan polisi di kawasan Gunung Pelawan, […]

  • Ketua BBM Imbau Masyarakat Babel: Jangan Terprovokasi Aksi Anarkis 5 dan 7 September

    Ketua BBM Imbau Masyarakat Babel: Jangan Terprovokasi Aksi Anarkis 5 dan 7 September

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (Pangkalpinang) – Menjelang rencana aksi demonstrasi susulan yang akan digelar pada 5 dan 7 September 2025, Ketua Forum Bangka Belitung Menggugat (BBM), Subri, menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh ajakan-ajakan yang berpotensi mengarah pada tindakan anarkis.Rabu (3/9/2025). Dalam wawancara bersama jejaring media KBO Babel di salah satu warung kopi Kota […]

  • BANGKA BELITUNG SEDANG DIUJI OLEH KEMARAU DAN TATA KELOLA AIR

    BANGKA BELITUNG SEDANG DIUJI OLEH KEMARAU DAN TATA KELOLA AIR

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM – Ada saat ketika persoalan lingkungan tidak lagi cukup dibicarakan sebagai persoalan alam. Ketika hujan berkurang, sumur mulai menyusut, lahan mengering, dan masyarakat mulai khawatir terhadap ketersediaan air, persoalannya berubah menjadi persoalan publik. Bangka Belitung sedang menghadapi situasi tersebut. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG Kepulauan Bangka Belitung pada Agustus 2026 menetapkan […]

  • Edi Triono Terpilih Aklamasi, Siap Nahkodai DPD PJS Sumsel dan Perjuangkan Kesejahteraan Jurnalis Siber

    Edi Triono Terpilih Aklamasi, Siap Nahkodai DPD PJS Sumsel dan Perjuangkan Kesejahteraan Jurnalis Siber

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (Palembang) – Sebuah babak baru dalam dunia jurnalisme digital di Sumatera Selatan resmi dimulai. Melalui Konferensi Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) yang digelar pada Senin, 16 Juni 2025 di Aula Gedung DPD RI Provinsi Sumatera Selatan, Edi Triono resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Sumsel periode 2025–2030. […]

  • Gubernur Hidayat Kukuhkan Kepala BPKP Babel, Dorong Sinergi Kawal Keuangan Daerah

    Gubernur Hidayat Kukuhkan Kepala BPKP Babel, Dorong Sinergi Kawal Keuangan Daerah

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle putri utami
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, secara resmi mengukuhkan Dedi Yudistira sebagai Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Babel. Prosesi pengukuhan berlangsung di Ruang Pasir Padi, Kantor Gubernur Babel, Selasa (30/9/2025). Kamis (2/10/2025) Acara tersebut dihadiri langsung oleh Deputi BPKP Republik Indonesia Bidang Investigasi, Sutrisno, serta unsur […]

  • Pembelian Timah Ilegal di Jebus Diduga Masih Berlangsung, Kinerja Satgas Dipertanyakan

    Pembelian Timah Ilegal di Jebus Diduga Masih Berlangsung, Kinerja Satgas Dipertanyakan

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle sri rezeki
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Advertisements KBOBABEL.COM (Jebus, Bangka Barat) – Penerbitan Surat Perintah Kerja (SPK) oleh PT Timah Tbk untuk mitra dan pelaku usaha tambang seharusnya menjadi mekanisme pengawasan produksi yang lebih terstruktur. Namun, di lapangan, SPK tersebut justru diduga menjadi celah bagi sejumlah kolektor untuk membeli timah dari aktivitas tambang ilegal, termasuk di kawasan Hutan Lindung (HL) dan […]

expand_less