Terkuak! Ada Dugaan Upeti Mengalir ke Oknum Aparat dari Tambang Ilegal di Merbuk-Kenari Bangka Tengah

Iswadi Diduga Koordinator Tambang Ilegal Merbuk, Respons Kasar ke Wartawan Picu Kecaman Publik

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (KOBA, BANGKA TENGAH) — Aktivitas tambang ilegal menggunakan ponton rajuk tower di kawasan Merbuk dan Kenari, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, terus menjadi sorotan. Berdasarkan pantauan lapangan pada Kamis, 16 Oktober 2025, sekitar pukul 15.15 WIB, tampak puluhan ponton masih beroperasi aktif di wilayah tersebut, tanpa adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum. Selasa (28/10/2025)

Kondisi ini dinilai telah menimbulkan kerugian negara dan merusak lingkungan. Selain itu, muncul dugaan kuat adanya praktik pungutan liar (pungli) dan aliran upeti kepada oknum aparat penegak hukum di wilayah setempat. Dugaan tersebut diungkapkan oleh seorang warga yang enggan disebutkan namanya, mengingat sensitifnya persoalan ini.

banner 336x280

“Kalau mau masuk ponton lewat saya juga bisa, nanti dicoba aja dulu sambil lihat ada hasilnya atau tidak. Seperti ponton punya B, untuk koordinatornya beda-beda kalau di sini. Biasanya ke Iswadi, dia yang ngurus semuanya untuk koordinasinya ke aparat, Polres, Polsek dan yang lain-lain,” ungkap warga tersebut kepada wartawan, Kamis (16/10/2025).

Menurut informasi yang dihimpun, lokasi aktivitas tambang ilegal itu berada di sekitar Jalan Kencana Utama, Arung Dalam, Kecamatan Koba. Aktivitas tambang berlangsung terang-terangan di siang hari tanpa pengawasan ketat dari aparat, sehingga menimbulkan dugaan adanya pembiaran bahkan keterlibatan oknum tertentu.

Tim media yang berupaya mengonfirmasi kepada pihak yang disebut-sebut sebagai koordinator lapangan bernama Iswadi mendapat respons tidak menyenangkan. Iswadi disebut menunjukkan sikap arogan dan menggunakan kata-kata kasar kepada wartawan saat dimintai klarifikasi.

“Bahasa yang dilontarkan Iswadi bobrok sekali, tidak mencerminkan etika atau moral seseorang yang memahami hukum, terutama soal kebebasan pers dan keterbukaan informasi publik,” ujar salah satu jurnalis yang terlibat dalam upaya konfirmasi tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian, baik Polres Bangka Tengah maupun Polsek Koba, mengenai dugaan keterlibatan oknum aparat dalam aktivitas tambang ilegal tersebut. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik tentang keseriusan aparat dalam menindak praktik ilegal yang telah lama meresahkan warga.

Masyarakat sekitar mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh. Mereka juga meminta agar pihak berwenang menindak tegas para pelaku tambang ilegal beserta oknum yang diduga menerima setoran.

“Kami hanya ingin wilayah ini bersih dari tambang ilegal. Kalau aparat diam saja, artinya mereka ikut membiarkan. Negara dirugikan, lingkungan rusak, masyarakat yang menanggung akibatnya,” ujar salah seorang warga Koba dengan nada kecewa.

Kasus dugaan aliran upeti dari tambang ilegal ke oknum aparat ini diharapkan dapat segera diusut secara transparan. Publik menantikan langkah konkret dari pihak berwenang untuk memutus rantai korupsi dan pungli dalam aktivitas tambang ilegal di Bangka Tengah. (Sumber : Target News, Editor : KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *