Malam Kalpataru 2026, Saparudin Ajak Warga Pangkalpinang Jadikan Pelestarian Alam Sebagai Budaya

Terima Penghargaan Kalpataru 2026, Alobi Jadi Inspirasi Kepedulian Lingkungan di Pangkalpinang

banner 468x60
Advertisements

KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Komitmen menjaga kelestarian lingkungan hidup kembali ditegaskan Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui kegiatan Malam Ramah Tamah Penerimaan Penghargaan Kalpataru Tahun 2026 bagi Alobi yang digelar di Rumah Dinas Residen Wali Kota Pangkalpinang, Minggu (21/6/2026) malam. Kegiatan yang mengusung tema “Merawat Alam, Menjaga Kehidupan, Mewariskan Masa Depan” itu menjadi momentum penting untuk memberikan apresiasi kepada pegiat lingkungan sekaligus memperkuat sinergi berbagai pihak dalam menjaga keberlanjutan alam di Kota Pangkalpinang dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Senin (22/6/2026)

Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Sejumlah tokoh masyarakat, pemerhati lingkungan, komunitas pecinta alam, serta tamu undangan hadir untuk memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian lingkungan yang selama ini dilakukan berbagai elemen masyarakat.

banner 336x280

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Pangkalpinang Prof. H. Saparudin, Ph.D., Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna, jajaran pemerintah daerah, serta para aktivis lingkungan yang selama ini aktif menginisiasi berbagai program konservasi dan edukasi lingkungan di Bangka Belitung.

Dalam sambutannya, Wali Kota Pangkalpinang Prof. H. Saparudin menegaskan bahwa penghargaan Kalpataru bukan hanya sekadar bentuk pengakuan terhadap prestasi individu atau kelompok yang peduli terhadap lingkungan hidup. Lebih dari itu, penghargaan tersebut merupakan simbol perjuangan panjang dalam menjaga keseimbangan alam demi keberlangsungan kehidupan generasi saat ini maupun generasi mendatang.

Menurutnya, setiap penghargaan yang diberikan kepada pegiat lingkungan sesungguhnya menjadi pengingat bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama yang tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata.

“Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab seluruh masyarakat. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan kualitas kehidupan generasi yang akan datang,” ujar Saparudin.

Ia menilai pembangunan daerah harus berjalan beriringan dengan upaya pelestarian lingkungan. Pembangunan yang hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi tanpa mempertimbangkan aspek lingkungan akan menimbulkan berbagai persoalan di masa depan, mulai dari kerusakan ekosistem hingga menurunnya kualitas hidup masyarakat.

Karena itu, menurut Saparudin, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya diukur melalui angka pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, atau pembangunan infrastruktur semata. Keberhasilan sejati juga ditentukan oleh kemampuan daerah dalam menjaga keseimbangan lingkungan hidup dan keberlanjutan sumber daya alam yang dimiliki.

“Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengorbankan lingkungan. Kita harus memastikan bahwa sumber daya alam yang kita miliki tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan oleh generasi berikutnya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Saparudin juga menyoroti hubungan erat antara manusia dan lingkungan. Menurutnya, manusia tidak dapat dipisahkan dari alam karena seluruh kebutuhan dasar kehidupan berasal dari lingkungan yang sehat dan lestari.

Ia menjelaskan bahwa udara yang dihirup, air yang digunakan, hingga berbagai sumber pangan yang dikonsumsi masyarakat berasal dari alam. Oleh sebab itu, menjaga lingkungan pada hakikatnya adalah menjaga keberlangsungan hidup manusia itu sendiri.

“Manusia tidak bisa hidup tanpa alam. Udara yang kita hirup, air yang kita gunakan, dan berbagai sumber kehidupan lainnya berasal dari lingkungan yang sehat. Karena itu menjaga lingkungan berarti menjaga kehidupan kita sendiri,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota Pangkalpinang menekankan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati sebagai salah satu kekayaan yang harus diwariskan kepada generasi mendatang. Ia mengingatkan bahwa hilangnya berbagai jenis tumbuhan maupun satwa akibat kerusakan lingkungan tidak hanya mengurangi kekayaan alam, tetapi juga dapat mengganggu keseimbangan ekosistem yang selama ini menopang kehidupan manusia.

Menurutnya, pelestarian flora dan fauna harus menjadi perhatian bersama. Upaya konservasi perlu terus didorong melalui berbagai program edukasi, rehabilitasi kawasan hijau, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga habitat alami.

Selain itu, Saparudin secara khusus mengajak generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam gerakan pelestarian lingkungan. Ia menilai kaum muda memiliki energi, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi yang tinggi sehingga dapat menjadi motor penggerak berbagai program lingkungan di masa depan.

Generasi muda, kata dia, dapat berkontribusi melalui berbagai kegiatan positif seperti penghijauan, penanaman pohon, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, konservasi sumber daya alam, hingga kampanye edukasi lingkungan melalui media sosial.

“Kita ingin kesadaran menjaga lingkungan menjadi budaya masyarakat. Bukan hanya program pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama yang tumbuh dari kepedulian setiap individu,” ujarnya.

Sementara itu, kegiatan malam ramah tamah tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah, komunitas lingkungan, akademisi, serta masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap isu-isu lingkungan hidup.

Melalui dialog dan silaturahmi yang terjalin dalam kegiatan tersebut, diharapkan muncul berbagai kolaborasi baru dalam mendukung program pelestarian lingkungan di Kota Pangkalpinang dan Bangka Belitung secara umum.

Penghargaan Kalpataru sendiri merupakan bentuk apresiasi kepada individu maupun kelompok yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. Penghargaan ini menjadi simbol penghormatan atas dedikasi, kerja keras, dan kepedulian terhadap keberlanjutan alam.

Menutup sambutannya, Saparudin berharap semangat yang lahir dari Malam Kalpataru 2026 tidak berhenti sebagai seremoni semata, tetapi mampu menjadi energi kolektif yang terus menginspirasi masyarakat untuk menjaga alam dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui komitmen bersama antara pemerintah, komunitas, dunia pendidikan, dan masyarakat, Kota Pangkalpinang diharapkan mampu mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan sebagai warisan berharga bagi generasi masa depan. (Ahmad Handira Sandy/KBO Babel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *