KBOBABEL.COM (PANGKALPINANG) – Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, secara resmi membuka Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Pangkalpinang Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Besar Betason, Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Senin (27/7/2026).
Pembukaan pemusatan pendidikan dan pelatihan ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan para calon Paskibraka yang akan mengemban tugas penting pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 mendatang.
Para peserta yang mengikuti diklat merupakan putra dan putri terbaik Kota Pangkalpinang yang telah melalui serangkaian proses seleksi. Mereka berasal dari berbagai SMA dan SMK, baik negeri maupun swasta yang ada di wilayah Kota Pangkalpinang.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Pangkalpinang menekankan bahwa menjadi calon Paskibraka bukan sekadar kebanggaan karena terpilih mewakili sekolah maupun daerah. Lebih dari itu, status tersebut merupakan sebuah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Menurut Saparudin, para calon Paskibraka merupakan generasi muda yang memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengalaman berharga dalam proses pembentukan karakter. Karena itu, ia meminta seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pendidikan dan pelatihan dengan sungguh-sungguh.
“Adik-adik yang berdiri di hadapan saya hari ini adalah generasi terbaik Kota Pangkalpinang. Terpilih menjadi calon Paskibraka bukan hanya sebuah kebanggaan, tetapi juga amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujar Saparudin.
Ia menjelaskan, proses pemusatan pendidikan dan pelatihan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam baris-berbaris dan menjalankan rangkaian tugas upacara. Diklat juga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan kepribadian generasi muda.
Para peserta akan ditempa dari berbagai aspek, mulai dari fisik, mental hingga spiritual. Nilai-nilai kedisiplinan, integritas, tanggung jawab, ketangguhan mental, rasa cinta tanah air, serta jiwa kepemimpinan diharapkan dapat tumbuh selama proses pelatihan berlangsung.
“Melalui pendidikan dan pelatihan ini, kalian akan ditempa secara fisik, mental, dan spiritual. Jadikan setiap proses sebagai pembelajaran untuk membangun karakter yang kuat, jiwa kepemimpinan, rasa cinta tanah air, serta sikap disiplin yang nantinya akan menjadi bekal dalam kehidupan,” katanya.
Saparudin berharap pengalaman yang diperoleh para peserta selama mengikuti pemusatan diklat tidak berhenti ketika tugas sebagai Paskibraka selesai dilaksanakan. Menurutnya, berbagai nilai positif yang didapatkan selama pelatihan harus dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai kedisiplinan dan tanggung jawab, kata dia, harus menjadi bagian dari sikap para peserta, baik ketika berada di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat. Dengan demikian, para anggota Paskibraka tidak hanya dikenal karena kemampuan menjalankan tugas dalam upacara kenegaraan, tetapi juga mampu menjadi contoh yang baik bagi generasi muda lainnya.
“Paskibraka bukan sekadar bertugas mengibarkan bendera pada 17 Agustus, tetapi juga menjadi teladan bagi generasi muda lainnya. Saya berharap seluruh peserta mampu menunjukkan sikap yang santun, bertanggung jawab, serta terus menjaga nama baik Kota Pangkalpinang,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan para peserta agar memanfaatkan seluruh proses diklat sebagai kesempatan untuk mengembangkan potensi diri. Menurutnya, pengalaman menjadi calon Paskibraka dapat menjadi salah satu bekal penting dalam membangun masa depan, terutama dalam membentuk karakter generasi muda yang memiliki integritas dan kepemimpinan.
Hal senada disampaikan Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna. Ia menilai pengalaman yang diperoleh selama mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan akan menjadi bekal berharga bagi para peserta, baik ketika menjalankan tugas sebagai Paskibraka maupun dalam kehidupan mereka di masa mendatang.
Dessy berpesan agar seluruh peserta menjaga kondisi kesehatan selama mengikuti rangkaian pelatihan. Kondisi fisik yang prima dinilai penting karena peserta akan menjalani berbagai kegiatan yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental.
Selain kesehatan, ia juga menekankan pentingnya menjaga pola pikir positif dan menerapkan kedisiplinan dalam setiap kegiatan.
“Jaga kesehatan, terus berpikir positif, dan mereka harus disiplin. Harus disiplin,” kata Dessy.
Ia optimistis seluruh calon Paskibraka Kota Pangkalpinang mampu mengikuti seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan dengan baik hingga selesai. Para peserta diharapkan dapat mempersiapkan diri secara maksimal sehingga mampu menjalankan tugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bagi Pemerintah Kota Pangkalpinang, keberadaan Paskibraka bukan hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari kemerdekaan. Program tersebut juga menjadi salah satu sarana pembinaan generasi muda agar memiliki karakter yang kuat, disiplin, berintegritas, serta memiliki semangat kebangsaan.
Karena itu, para calon Paskibraka diharapkan mampu membawa nilai-nilai yang mereka dapatkan selama mengikuti diklat ke dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga diharapkan dapat menjadi teladan bagi pelajar dan generasi muda lainnya di Kota Pangkalpinang.
Dengan pembinaan yang dilakukan secara terarah dan berkelanjutan, para calon Paskibraka diharapkan tidak hanya mampu menjalankan tugas kenegaraan dengan baik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi penerus yang memiliki kepedulian terhadap bangsa dan daerah.
“Lebih dari itu, para calon Paskibraka ini kita harapkan menjadi teladan bagi generasi muda di Kota Pangkalpinang melalui sikap disiplin, dedikasi, dan semangat kebangsaan yang mereka tunjukkan,” pungkas Dessy. (M.Rizky Ramadhan/KBO Babel)

















