KBOBABEL.COM (JAKARTA) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Muara Enim, Edison, setelah menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Muara Enim. Rabu (10/6/2026)
Penahanan dilakukan usai Edison menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (9/6/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, Edison keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 16.23 WIB dengan mengenakan rompi tahanan berwarna oranye bernomor 123. Tangannya tampak diborgol saat digiring penyidik menuju mobil tahanan KPK.
Saat meninggalkan gedung KPK, Edison memilih bungkam dan tidak memberikan tanggapan ketika awak media menanyakan terkait kasus yang menjeratnya.
Selain Edison, KPK juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka dalam perkara yang sama. Mereka adalah Abi Nurwardani selaku Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim tahun 2026, Adi Triyadi yang merupakan keponakan Bupati Muara Enim, serta Cory Erin Hardi yang diketahui bekerja sebagai tenaga marketing PT Milenium Solusi Abadi.
Keempat tersangka diduga memiliki peran masing-masing dalam perkara korupsi yang berkaitan dengan proyek pengadaan di lingkungan Disdikbud Muara Enim.
Cory Erin Hardi menjadi tersangka yang lebih dahulu dibawa menuju rumah tahanan menggunakan mobil tahanan KPK. Sementara Edison, Abi Nurwardani, dan Adi Triyadi diberangkatkan secara bersamaan menggunakan kendaraan tahanan yang berbeda setelah seluruh proses administrasi penahanan selesai dilakukan.
Kasus ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK di Kabupaten Muara Enim. Dalam operasi tersebut, tim penyidik berhasil mengamankan sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam praktik korupsi pengadaan barang dan jasa.
Dari hasil operasi tersebut, KPK juga menyita uang tunai sebesar Rp2 miliar yang diduga berkaitan dengan transaksi suap maupun komitmen fee dalam proyek pengadaan di Disdikbud Muara Enim.
Penyitaan uang dalam jumlah besar tersebut menjadi salah satu barang bukti penting yang digunakan penyidik untuk mengembangkan perkara dan menetapkan para tersangka.
Hingga saat ini, KPK masih terus mendalami konstruksi perkara, termasuk menelusuri aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut. Lembaga antirasuah itu juga akan memeriksa sejumlah saksi tambahan guna melengkapi berkas penyidikan.
Penahanan terhadap Edison menambah daftar kepala daerah yang tersangkut kasus korupsi dan harus berhadapan dengan proses hukum di KPK. Sementara itu, masyarakat kini menunggu pengungkapan lebih lanjut terkait modus, peran masing-masing tersangka, serta penggunaan uang yang diduga berasal dari praktik korupsi tersebut.
KPK menegaskan akan terus mengusut perkara ini secara profesional dan transparan hingga seluruh pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Sumber : detiknews, Editor : KBO Babel)

















